Berita

Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Tak Lagi Terputus, Penyaluran Beras SPHP 2026 Kini Berlangsung Sepanjang Tahun

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perum Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan dengan menyalurkan 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2026. 

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berjalan efektif sekitar delapan bulan, tahun ini penyaluran akan dilakukan lebih konsisten untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Kalau kemarin kan terputus-putus. Jadi cuma ada delapan bulan kemarin kan. Nah ini harapannya untuk SPHP tahun 2026 itu sepanjang tahun," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Jumat 2 Januari 2026.


Meski menyasar target besar, Bulog tetap mengedepankan strategi yang terukur agar tidak merugikan petani. Pada puncak panen raya di bulan Maret, April, dan Agustus, volume distribusi di daerah sentra produksi akan dikurangi. Langkah ini diambil guna menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak anjlok.

"Di saat puncak musim panen... penyaluran SPHP di daerah-daerah sentra produksi, SPHP-nya dikurangin. Dikecilkan volumenya. Tapi tetap dilakukan supaya apa? Tidak tumpah banyak di pasaran," jelas Rizal.

Sementara itu, untuk daerah non-sentra produksi, pasokan beras SPHP akan tetap mengalir normal tanpa jeda demi menjamin ketersediaan pangan murah bagi warga.

Dengan target 1,5 juta ton, Bulog optimistis dapat meredam gejolak harga di pasar. Masyarakat dapat menebus beras kualitas unggul ini sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku berdasarkan zonasi. 

Untuk Zona 1 (Jawa, Bali, Sulawesi, dsb) harga ada di Rp12.500/kg. Zona 2 (Sumatra, Kalimantan, NTT) Rp13.100/kg, sedangkan zona 3 (Maluku & Papua) di harga Rp13.500/kg.

Melalui konsistensi penyaluran sepanjang tahun ini, Bulog berharap intervensi harga menjadi lebih efektif dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya