Berita

Adhie M Massardi. (Foto: tangkapan layar video Youtube)

Politik

Indonesia Kehilangan Peradaban

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 22:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Aktivis senior Adhie M Massardi menilai Indonesia saat ini berada dalam kondisi kehilangan peradaban. Menurutnya kunci utama sebuah peradaban bukan sekadar hukum tertulis melainkan etika dan moral yang seharusnya berada di atas segalanya.

"Peradaban ditentukan oleh etika dan moral yang posisinya lebih tinggi dari hukum tertulis. Bahkan di Indonesia saat ini hukum tertulis saja tidak dijalankan," kata Adhie saat berbincang dengan redaksi sesaat lalu, Jumat, 2 Desember 2026.

Adhie menyoroti kenyataan bahwa di Indonesia hukum tertulis pun kerap tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Akibatnya, nilai-nilai kejujuran semakin tergerus dan kebohongan justru menjadi sesuatu yang dianggap wajar dalam kehidupan.


"Tidak ada kejujuran. Kebohongan menjadi hal yang lumrah, manipulatif, dan korupsi pun akhirnya dianggap biasa," tegasnya.

Adhie menilai praktik korupsi yang merajalela merupakan bukti nyata absennya keadaban dalam sistem bernegara. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan rapuhnya fondasi moral di berbagai level kekuasaan.

Lebih lanjut, Adhie berpandangan bahwa perubahan tidak mungkin hanya mengandalkan kesadaran individu atau kelompok kecil dari bawah, seperti satu atau dua orang, apalagi hanya dari satu kelurahan.

Karena itu, Adhie menegaskan perlunya kehadiran sebuah kekuatan yang beradab dan memiliki otoritas untuk memaksa berjalannya nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Harus ada kekuatan yang memaksa untuk kebaikan. Yang tidak baik harus dihukum," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya