Berita

Ilustrasi

Politik

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 22:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat memasifkan pendidikan politik anti suap untuk membangun imunitas rakyat terhadap suap lantaran tren perilaku antikorupsi mengalami penurunan.

Begitu yang disampaikan Ketua Umum Partai Masyumi, Ahmad Yani dalam pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Masyumi mengenai "Integritas Bangsa: Selamatkan Indonesia dari Disintegrasi dan Cengkeraman Oligarki".

"Partai Masyumi memandang, bahwa data Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) BPS yang menunjukkan tren penurunan persepsi publik terhadap ketidakwajaran korupsi semakin permissive," kata Ahmad Yani dalam keterangan tertulis, Jumat 2 Januari 2026.


Menurut Ahmad Yani, Indonesia mengalami degradasi mental akut lantaran menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dalam praktik politik uang berdasarkan riset Muhtadi, 2019, dengan 33 persen pemilih terpapar dan mayoritas menganggap "serangan fajar" sebagai kewajaran atau rezeki.

"Sikap permisif ini adalah residu langsung dari hilangnya keteladanan elite yang memamerkan gaya hidup mewah (flexing) di tengah ketimpangan ekonomi (Gini Ratio 0,388)" terangnya.

Untuk itu kata dia, Presiden Prabowo harus menggalakkan pendidikan politik anti suap secara masif. Mengingat, perbaikan sistem dan pendidikan politik wajib dilakukan secara masif dan berkelanjutan untuk membangun imunitas rakyat terhadap suap.

"Pemerintah harus memastikan keharaman korupsi oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas keagamaan, bahwa memberi dan menerima suap dalam Pemilu (rishwah) adalah haram dan merupakan dosa besar," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya