Berita

Demonstrasi di Iran, Kamis, 1 Januari 2025. (Foto: AP)

Dunia

Demonstrasi Iran, Aktivis: Negara Menganggap Protes Anti Pemerintah Ilegal

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 18:46 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Gelombang demonstrasi besar pecah di Iran akibat melonjaknya biaya hidup. 

Dilansir dari Al-Jazeera, bentrokan antara warga dan aparat keamanan menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Aparat keamanan juga menangkap 30 orang yang dinilai mengganggu ketertiban umum.


Aksi protes ini bermula pada Minggu, 28 Desember 2025 dan berlanjut hingga Kamis, 1 Januari 2025.

Rekaman video yang beredar menunjukkan pasukan keamanan menembakkan senjata ke arah pengunjuk rasa saat kerumunan berlarian di jalanan yang dipenuhi asap.

Seorang saksi mata menyampaikan kepada Guardian bahwa situasi demonstrasi bak medan perang.

"Ini medan perang di sini dan mereka (pasukan keamanan) menembak tanpa ampun," ujarnya, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.

Direktur Pelaksana Pusat Hak Asasi Manusia Abdorrahman Boroumand di Iran, Roya Boroumand, menilai kemarahan publik dipicu langsung oleh penurunan nilai mata uang dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

"Mereka marah atas salah urus dan korupsi negara, serta kebijakan-kebijakan yang menyebabkan penderitaan di dalam negeri," tuturnya.

Boroumand juga menyoroti pola berulang antara ledakan protes dan penindakan keras aparat.

"Negara menganggap setiap protes yang anti-pemerintah sebagai tindakan ilegal dan hukum sebenarnya tidak membuka ruang bagi protes yang sah. Itulah mengapa kita melihat pola ledakan massa dan penindakan yang mematikan," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya