Berita

Representative Image (Foto: Reuters)

Dunia

Kebocoran Pipa Air Picu Wabah Diare Mematikan di Indore India

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 15:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sedikitnya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 200 lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat wabah diare yang dipicu oleh air minum tercemar di Kota Indore, Negara Bagian Madhya Pradesh, India.

Insiden tersebut terjadi di kota yang selama delapan tahun berturut-turut dinobatkan sebagai kota terbersih di India.

Anggota parlemen setempat, Kailash Vijayvargiya, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 


“Sembilan orang telah meninggal dunia di Indore,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 2 Januari 2025.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Indore, Madhav Prasad Hasani, menjelaskan bahwa sumber pencemaran berasal dari kebocoran pipa air di wilayah Bhagirathpur. Menurutnya, hasil uji awal menunjukkan adanya bakteri dalam saluran distribusi air minum.

“Air minum di kawasan Bhagirathpur tercemar akibat kebocoran, dan uji sampel air mengonfirmasi adanya bakteri di dalam pipa,” kata Hasani.

Namun demikian, Hasani belum dapat memastikan angka korban meninggal secara resmi. 

“Saya tidak bisa mengatakan apa pun terkait jumlah korban meninggal, tetapi benar bahwa lebih dari 200 orang dari wilayah yang sama sedang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di kota ini. Laporan akhir dari sampel air yang dikumpulkan masih kami tunggu,” ujarnya.

Otoritas setempat telah mengambil langkah darurat untuk menekan penyebaran wabah. Petugas kesehatan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, sekaligus membagikan tablet klorin kepada warga guna membantu memurnikan air yang digunakan sehari-hari.

Pejabat Administrasi Distrik Indore, Shravan Verma, mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan titik kebocoran yang diduga kuat menjadi sumber pencemaran dan telah melakukan perbaikan. 

“Kami menemukan satu titik kebocoran yang berpotensi mencemari air dan titik tersebut sudah diperbaiki,” jelas Verma.

Ia menambahkan, hingga saat ini petugas telah melakukan skrining terhadap 8.571 warga. Dari jumlah tersebut, 338 orang teridentifikasi mengalami gejala ringan dan terus dipantau oleh tim medis.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya