Berita

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers pada Jumat, 2 Januari 2025. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Bulog Bakal Bertransformasi Jadi Badan Khusus di Bawah Presiden

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Perum Bulog direncanakan bertransformasi menjadi badan khusus yang berada langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, perubahan status tersebut masih dalam tahap pembahasan di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan proses pembahasan masih berjalan dan membutuhkan waktu hingga ada keputusan resmi dari parlemen.

“Prosesnya sedang digodok di Komisi IV DPR RI. Pada Desember lalu ada rapat di Yogyakarta, dan kalau tidak salah hari ini ada rapat lanjutan. Mohon waktu. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada kepastiannya,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.


Rizal menjelaskan, rencana menjadikan Bulog sebagai badan pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat peran Bulog dalam menjaga kemandirian pangan nasional. Ke depan, Bulog diharapkan tidak hanya berfokus pada beras dan jagung, tetapi juga mengelola komoditas pangan strategis lainnya.

“Sesuai harapan Bapak Presiden, Bulog diharapkan kembali berjaya seperti dulu. Tidak hanya mengurusi sembako, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan lainnya. Kemandirian pangan berarti kita menguasai sendiri beras, telur, daging, minyak, dan komoditas penting lainnya, bukan bergantung pada pihak lain,” jelasnya.

Terkait kemungkinan Bulog menjadi badan baru yang menggantikan lembaga yang sudah ada, Rizal menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan DPR. Bulog, kata dia, siap menjalankan apa pun keputusan yang ditetapkan.

“Semua masih dalam proses pembahasan di Komisi IV. Kami tinggal menerima perintah dan siap melaksanakan tugas. Bulog siap menjalankan amanat pemerintah maupun DPR RI, khususnya Komisi IV dan Komisi VI,” pungkas Rizal.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya