Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Sistem Digital Siaga, Ratusan Petani Langsung Tebus Pupuk Subsidi di Hari Pertama 2026

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian nasional dibuktikan dengan kesiapan sistem distribusi pupuk subsidi yang langsung beroperasi sejak pergantian tahun. 

Tercatat, sebanyak 147 transaksi penebusan pupuk telah dilakukan oleh para petani di berbagai pelosok Indonesia hanya dalam hitungan menit setelah memasuki 1 Januari 2026.

Langkah cepat ini menjadi sinyal positif bagi percepatan agenda swasembada pangan nasional, memastikan petani tidak mengalami kendala sarana produksi di awal musim tanam.


Efektivitas penyaluran pupuk subsidi tahun ini didorong oleh integrasi sistem digital yang semakin matang. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, mengonfirmasi bahwa aktivitas penebusan sudah terpantau aktif sejak detik pertama tahun anggaran dibuka.

"Penebusan pupuk bersubsidi tahun 2026 langsung berjalan sejak detik pertama pembukaan. Fakta ini menegaskan sistem penyaluran pupuk subsidi telah siap dan berfungsi sejak awal tahun," ujar Andi Nur Alamsyah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat 2 Januari 2025.

Hingga pukul 00.16 WIB pada 1 Januari 2026, data transaksi menunjukkan keseimbangan penggunaan teknologi oleh petani. Sebanyak 74 transaksi dilakukan melalui sistem iPubers (hanya menggunakan KTP) dan 73 Transaksi diproses melalui mekanisme Kartu Tani.

Selain kemudahan akses, pemerintah memberikan kado tahun baru bagi para petani melalui penyesuaian harga. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi resmi dipangkas sebesar 20 persen. Penurunan harga ini dirancang untuk memperkuat daya beli petani di tengah tantangan ekonomi global.

"Transaksi yang sudah tercatat sejak pukul 00.00 WIB membuktikan sistem iPubers dan Kartu Tani siap digunakan," tambah Andi, menekankan bahwa seluruh transaksi telah mengikuti aturan harga terbaru yang lebih terjangkau.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kepastian stok pupuk sejak hari pertama adalah instrumen kunci untuk menjaga stabilitas pangan.

“Kami memastikan pupuk subsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini bagian dari langkah serius pemerintah menjaga stabilitas produksi dan mempercepat swasembada pangan,” tegas Mentan.

Dengan kelancaran distribusi sejak dini hari dan kebijakan harga yang lebih berpihak pada petani, Kementerian Pertanian optimistis tata kelola sarana produksi tahun 2026 akan menjadi fondasi kokoh bagi ketahanan pangan berkelanjutan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya