Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas dan Logam Mulia Mengawali 2026 dengan Penguatan Tajam

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 10:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Memasuki awal Januari 2026, harga logam mulia kembali bergairah setelah mencatatkan reli sejarah sepanjang tahun lalu. 

Emas spot naik 0,8 persen ke level 4.346,69 Dolar AS per ons, pulih dari posisi terendah dua pekannya. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari turut menguat 0,5 persen ke posisi 4.360,60 Dolar AS per ons.

Sepanjang 2025 sendiri, emas mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 64 persen, performa terbaiknya sejak 1979 yang didorong oleh pelonggaran suku bunga The Fed, ketidakpastian geopolitik, dan borongan beli oleh bank sentral dunia.


Tren serupa terjadi pada perak yang harganya melonjak menjadi 72,75 Dolar AS per ons. Perak menjadi primadona di tahun 2025 dengan kenaikan fantastis mencapai 147 persen, didukung oleh statusnya sebagai mineral kritis dan ketatnya pasokan global. 

Sementara itu, kelompok logam putih lainnya seperti platinum dan paladium juga menutup tahun lalu dengan rekor lonjakan tertinggi dalam sejarah perdagangan mereka.

Platinum menguat 0,2 persen ke level 2.057,74 Dolar AS per ons. Pada awal pekan, harga platinum sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 2.478,50 Dolar AS per ons.

Sepanjang 2025, platina mencatatkan kenaikan tahunan 127 persen, yang juga menjadi lonjakan terbesar dalam satu tahun sepanjang sejarah perdagangannya.

Paladium menguat, dengan kenaikan 2,4 persen ke posisi 1.642,90 Dolar AS per ons. Logam ini menutup 2025 dengan kenaikan 76 persen, menandai kinerja tahunan terbaik dalam 15 tahun terakhir.

Optimisme pasar saat ini diperkuat oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS akan kembali memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada tahun 2026. 

Kondisi ini membuat aset aman (safe haven) seperti emas makin diminati investor. Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi langkah Presiden AS Donald Trump yang menunda kenaikan tarif impor furnitur, memberikan sedikit ruang napas bagi industri di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya