Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Dorong Percepatan Operasional Sekolah dan Rumah Sakit Pascabencana

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 09:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.

Dalam arahannya, Kepala Negara meminta agar sekolah, puskesmas, dan rumah sakit di wilayah terdampak bencana segera difungsikan kembali demi meringankan beban masyarakat.


“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah meringankan penderitaan rakyat di tengah situasi bencana. Menurutnya, kritik dan berbagai komentar negatif harus dijadikan pengingat, bukan penghalang dalam bekerja.

“Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi meringankan penderitaan rakyat kita, itu perkiraan kita sebagai pejabat dan pemimpin jadi hal-hal yang apa itu nyinyir-nyinyir itu kita anggap sebagai katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh ya,” tegasnya.

Terkait status bencana nasional, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan skala dampak secara menyeluruh. Ia menyebut, meski bencana berdampak pada tiga provinsi, pemerintah menilai negara masih mampu menanganinya tanpa harus menetapkan status bencana nasional.

“Jadi saudara-saudara masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain,” ungkap Prabowo.

Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah memandang situasi ini sangat serius. Ia mencontohkan keterlibatan langsung banyak menteri kabinet di lapangan sebagai bukti keseriusan tersebut.

“Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang,” pungkasnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya