Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman (kanan) dalam jumpa pers yang digelar virtual melalui Zoom pada Kamis, 1 Januari 2026. (Foto: Webinar Koalisi Masyarakat Sipili untuk Pembaharuan KUHAP)
Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman (kanan) dalam jumpa pers yang digelar virtual melalui Zoom pada Kamis, 1 Januari 2026. (Foto: Webinar Koalisi Masyarakat Sipili untuk Pembaharuan KUHAP)
Hal tersebut disampaikan Marzuki dalam jumpa pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembaharuan KUHAP, yang digelar virtual melalui Zoom, pada Kamis, 1 Januari 2026.
Dia memandang, KUHAP Baru yang disahkan DPR memuat sejumlah aturan yang membuat mundur supremasi hukum di Indonesia, seperti kewenangan berlebih untuk aparat, ancaman bagi hak asasi manusia, hingga definisi keadilan restoratif yang bermasalah.
Populer
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27
UPDATE
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04
Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52
Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33
Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29
Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26
Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37