Berita

(Foto: Dok. BSI)

Bisnis

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menutup perjalanan tahun 2025 dengan penuh khidmat melalui doa bersama yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, momen pergantian tahun ini dilakukan Anggoro langsung dari Aceh, di tengah misi kemanusiaan membersamai masyarakat yang terdampak bencana.

Di sela-sela peninjauan pemulihan layanan, Anggoro memastikan bahwa operasional BSI di seluruh wilayah terdampak telah pulih 100% dan siap melayani kebutuhan transaksi masyarakat menyambut tahun baru.


Tahun 2025 tercatat sebagai tahun yang penuh tantangan sekaligus pembuktian bagi BSI. Perseroan berhasil membuktikan bahwa ujian dapat diubah menjadi momentum untuk memperkuat barisan. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan yang impresif hingga Triwulan III 2025, yang menegaskan fundamental bisnis yang kian kokoh.

“Alhamdulillah, BSI menutup tahun ini dengan rasa syukur mendalam. Di tengah dinamika global dan domestik, BSI tetap tumbuh solid,” ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Kamis 1 Januari 2026.

Hingga September 2025, BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 9,04% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp5,57 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang sehat sebesar 12,65% menjadi Rp301 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15,65% mencapai Rp348,38 triliun. 

Kualitas aset juga terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang berada di level 1,84%, menunjukkan prinsip kehati-hatian yang diterapkan perseroan.

Lebih dari sekadar angka, tahun 2025 menjadi tonggak sejarah dengan dikukuhkannya BSI sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia. Pencapaian ini menegaskan posisi BSI sebagai lokomotif transformasi keuangan syariah, menghadirkan layanan emas yang terintegrasi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Anggoro menegaskan bahwa BSI memiliki Double Power yakni sebagai Bullion Bank pertama dan bank syariah terbesar di Indonesia. 

“Di Aceh, kami diingatkan kembali pada esensi perbankan syariah. Bahwa keberhasilan terbesar bukan terletak pada profit semata, melainkan seberapa besar arti dan manfaat yang bisa kami berikan bagi sesama, terutama di saat saudara kita membutuhkan. Inilah spirit BSI yang sesungguhnya,” tambah Anggoro.

Refleksi akhir tahun ini menjadi landasan kuat bagi BSI untuk melangkah ke tahun 2026. Mengusung semangat baru "Empati Melayani, Antusias Sepenuh Hati", BSI berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih responsif, bernilai jangka panjang, dan berdampak luas.

“Tahun 2026 akan menjadi fase di mana BSI semakin dalam menyentuh hati nasabah. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai bank, tetapi sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual yang memberikan solusi tuntas bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya