Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 21:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penerimaan pajak hingga akhir 2025 belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Pemerintah sebelumnya menargetkan outlook penerimaan pajak 2025 sebesar Rp2.076,9 triliun. Namun hingga Januari-November 2025, realisasinya baru mencapai Rp1.634,4 triliun atau sekitar 78,7 persen dari target tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari tekanan ekonomi yang terjadi sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.


“Pajak berada di bawah target yang di APBN. Jadi kita enggak memungkiri karena ekonominya jelek beberapa bulan sebelumnya,” ujar Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Ia mengurai, perlambatan ekonomi sejak triwulan I hingga Agustus 2025 berdampak langsung pada kinerja penerimaan negara. Pada periode tersebut, Menteri Keuangan masih dijabat Sri Mulyani Indrawati sebelum dilanjutkan Purbaya pada 3 September 2025.

Lebih lanjut, perlambatan itu juga terjadi karena Purbaya menahan sejumlah langkah penarikan pajak demi menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

“Terus ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus, kan percuma juga kalau saya kerjakan enggak masuk juga uangnya, malah memperburuk ekonomi,” tegasnya.

Sebagai gantinya, pemerintah mengedepankan kebijakan bersifat melawan arah siklus untuk menopang pemulihan ekonomi. Pendekatan tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi dapat kembali bergerak tanpa terbebani tekanan fiskal berlebih.

“Jadi kita lakukan kebanyakan counter cyclical yang secara enggak langsung, di mana saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus,” katanya.

Menurutnya, di triwulan awal tahun 2026, ekonomi Indonesia akan pulih dari segala tekanan.

“Ini saya yakin akhir triwulan pertama tahun depan sudah akan lebih terlihat dengan lebih jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat,” pungkas Purbaya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya