Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Sempat Anjlok, IHSG Bangkit dan Cetak Rekor 24 Kali di 2025

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 10:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat perkasa di paruh kedua 2025. Setelah sempat terpuruk akibat tekanan global, IHSG bangkit dan mencatatkan All Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun ini.

IHSG menutup perdagangan terakhir 2025 dengan menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646 pada Selasa 30 Desember 2025. Kapitalisasi pasar pun melesat hingga Rp15.871 triliun. 

"All Time High kita tercapai di 8 Desember dengan nilai 8.711, market cap kita tembus Rp16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini? 24 kali,”kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam konferensi pers Penutupan Perdagangan Bursa Tahun 2025.


Adapun secara tahunan, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 22,13 persen.

Menurutnya, perjalanan IHSG sepanjang 2025 tidak mulus. Pasalnya, pada paruh pertama tahun ini, IHSG sempat terperosok ke level terendah 5.996.

Tekanan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor eksternal dan domestik, mulai dari kebijakan global hingga geopolitik.

“Di paruh pertama, kondisi global sangat mempengaruhi, terutama saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal. Yang kedua pelemahan rupiah, dan yang ketiga konflik yang terjadi di Timur Tengah,” ujar Iman

Tekanan itu membuat IHSG sempat masuk zona merah dan memicu trading halt, atau pembekuan sementara perdagangan sebanyak dua kali pada 18 Maret 2025 dan 8 April 2025.

Pada 18 Maret 2025, IHSG ambles hingga 5,03 persen menjelang akhir sesi pertama. Sementara pada 8 April 2025, IHSG langsung dibuka anjlok hingga 9,19 persen.

Merespons kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) mengambil sejumlah langkah stabilisasi, antara lain kebijakan buyback saham tanpa RUPS, dialog soliditas dengan pelaku pasar, serta penyesuaian aturan trading halt dan auto rejection.

“Dengan adanya penyesuaian ini, pasar modal berhasil rebound di paruh kedua,” jelas Iman.

Memasuki semester II-2025, kinerja pasar saham domestik dinilai mulai membaik. Sentimen positif datang dari penurunan suku bunga The Fed, kebijakan pro-growth pemerintah, serta injeksi likuiditas sebesar Rp200 triliun.

Kombinasi faktor itu disebut telah mendorong IHSG mencetak rekor 24 kali ATH sepanjang 2025, serta kapitalisasi pasar tertinggi baru yang sempat menyentuh Rp16.004 triliun.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya