Berita

Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Komunikasi Data Bencana ala Teddy Redam Spekulasi Publik

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 14:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat menunjukkan peningkatan komunikasi publik pemerintah saat ini.

Dalam sebuah jumpa pers, Teddy menyampaikan data konkret seperti penyerahan 12 helikopter untuk evakuasi, penyambungan jembatan darurat, serta pemulihan 80 persen layanan rumah sakit dan puskesmas di lokasi bencana.

Menurut Analis komunikasi politik Hendri Satrio penjelasan ini membantu mengurangi spekulasi publik terhadap peran pemerintah kali ini.


"Komunikasi yang jelas dan berbasis data seperti ini membantu mengarahkan persepsi publik serta membangun kepercayaan bahwa upaya pemulihan sedang berjalan terarah," katanya, Selasa, 30 Desember 2025.

Sosok yang akrab disapa Hensat itu menyebut pendekatan tersebut sebagai indikator pergeseran strategi komunikasi pemerintah, dari respons reaktif ke penyajian data terukur yang mengurangi celah informasi di media sosial.

"Ini blueprint komunikasi krisis yang bisa dipakai lagi untuk situasi apa pun ke depannya, dengan transparansi sebagai elemen kunci mengelola distrust publik," katanya.

Sebagai analis komunikasi, Hensat melihat perkembangan komunikasi ini merupakan sinyal positif bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan krisis multidimensi seperti bencana di Sumatera.

"Peningkatan transparansi ini merupakan sinyal positif, tapi keberhasilannya akan diuji oleh konsistensi ke depan dan kemampuan pemerintah menjawab setiap celah informasi yang masih ada di lapangan," pungkas Hensat.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya