Berita

Peta Yaman dan Arab Saudi (Foto: Tangkapan Layar Google)

Dunia

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bombardir Pelabuhan Mukalla Yaman

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara ke pelabuhan Mukalla, Yaman pada Selasa, 30 Desember 2025.

Serangan tersebut dilakukan menyusul dugaan masuknya pengiriman senjata untuk mendukung kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang didukung Uni Emirat Arab (UEA).

Koalisi pimpinan Arab Saudi dalam pernyataan resmi menyebut dua kapal yang tiba dari Pelabuhan Fujairah, UEA, memasuki Pelabuhan Mukalla tanpa izin resmi. 


Kapal-kapal itu disebut mematikan sistem pelacakan dan membongkar senjata serta kendaraan tempur dalam jumlah besar.

"Angkatan Udara Koalisi melakukan operasi militer terbatas pagi ini dengan menargetkan senjata dan kendaraan tempur yang dibongkar dari dua kapal di Pelabuhan Mukalla,” demikian pernyataan koalisi yang dimuat Saudi Press Agency.

Media pemerintah Saudi melaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan tambahan akibat serangan tersebut. 

Dua sumber yang dikutip Reuters menyebut sasaran utama serangan adalah dermaga tempat muatan kedua kapal itu diturunkan.

Serangan ini berpotensi memperdalam keretakan hubungan antara Arab Saudi dan UEA, yang selama ini mendukung pihak-pihak berbeda dalam konflik Yaman yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. 

STC diketahui berupaya memperjuangkan pemerintahan sendiri di wilayah selatan Yaman, meski sejak 2022 ikut dalam skema pembagian kekuasaan yang didukung Saudi.

Saat ini, pasukan yang didukung UEA menguasai sebagian besar wilayah selatan Yaman, termasuk Provinsi Hadramout yang strategis dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi. 

Sementara itu, kelompok Houthi yang didukung Iran masih menguasai wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya