Berita

Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi membuka acara Batang Nusantara Expo dan Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih Fest 2025. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Gerai Kopdes Merah Putih Perkuat Produksi Lokal dan Serap Hasil Desa

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

. Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi membuka acara Batang Nusantara Expo dan Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih Fest 2025 dengan tema Transformasi Kabupaten Batang Menjadi Pusat Industri dan Jasa. 

Acara ini menjadi tonggak penting dalam penguatan peran koperasi desa sebagai agregator produk lokal dan penahan derasnya arus impor.

Ahmad Zabadi menyatakan melalui gerai-gerai yang dikelola Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih, seluruh produk lokal khususnya di wilayah Batang, Jawa Tengah akan dibantu akses pasar, akses pembiayaan, akses distribusi dan lain sebagainya.


“Yang kecil-kecil ini, yang mikro dan ultra mikro, harus diagregasi. Siapa agregatornya? Koperasi. Dari situlah hadir gagasan besar koperasi desa Merah Putih," ujar Ahmad Zabadi lewat keterangan resminya, Minggu, 28 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih hadir sebagai solusi atas keterbatasan nelayan dan petani dalam mengakses bahan bakar maupun pupuk bersubsidi. Dengan adanya koperasi, nelayan dapat membeli solar sesuai harga resmi Rp6.800 per liter dan petani mendapatkan pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Melalui koperasi desa, rantai distribusi dipotong sehingga nelayan, petani dan masyarakat pada umumnya dapat memperoleh kebutuhan dasar untuk kebutuhan peoduksiydan konsumsi sehari-hari sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) atau harga yang ditetapkan pemerintah. Selama ini harga beberapa komoditas strategis kerap dipermainkan oleh para tengkulak sehingga merugikan masyarakat.

“Koperasi desa memastikan rakyat menikmati barang-barang subsidi seperti LPG, beras, hingga obat-obatan dengan harga sesuai ketetapan pemerintah,” ujar Zabadi.

Peran Kopdes/Kel Merah Putih desa tidak berhenti pada distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi. Produk lokal yang diserap koperasi akan diproses, dikemas, dan dipasarkan secara modern sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa.

Kopdes/Kel Merah Putih juga mendorong pengusaha lokal melakukan proses produksi secara massal untuk produk -produk dasar kebutuhan harian masyarakat. Dengan begitu ketergantungan terhadap produk impor dapat digantikan oleh produk lokal.

"Semua produk lokal harus diserap koperasi. Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu dilakukan proses khusus sebelum masuk pasar modern atau di ekspor," katanya.

Kopdes/Kel Merah Putih juga ditugaskan menyelenggarakan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak. Presiden menekankan agar bahan baku program ini tidak berasal dari impor, melainkan dari produksi lokal yang dikonsolidasi koperasi.

Dalam konteks ini, koperasi desa akan mengagregasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu lokal. Produk masyarakat desa menjadi prioritas utama dalam penyediaan bahan pangan bergizi.

Dengan visi besar tersebut, maka Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama lintas sektor lainnya khususnya PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI melakukan percepatan pembangunan gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh wilayah di Indonesia. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya