Berita

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

Dedi Mulyadi Makin Pede Lapangan Kerja Baru Tumbuh Pesat

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 05:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi optimistis persoalan ketenagakerjaan di Jabar akan mulai terpulihkan pada 2026. Keyakinan itu seiring derasnya arus investasi besar yang segera direalisasikan dan diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2025, tercatat sebanyak 31 industri berbasis Penanaman Modal Asing (PMA) dan 21 industri Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) akan memulai pembangunan pabrik dan kegiatan usaha baru pada 2026, masing-masing dengan nilai investasi di atas Rp100 miliar.

Sejumlah investor asing bernilai investasi terbesar berasal dari sektor kendaraan listrik dan industri pendukungnya, seperti BYD Auto Indonesia, Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATL), serta VinFast Automobile Indonesia. 


Masuknya perusahaan-perusahaan global tersebut kian memantapkan posisi Jabar sebagai pusat utama pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Selain otomotif, investasi juga mengalir ke industri barang konsumsi dan farmasi melalui ekspansi Unilever Indonesia, Shell Manufacturing Indonesia, Epic Medical Solutions, serta produsen bahan baku farmasi dan alat kesehatan lainnya.

Sektor tekstil dan alas kaki pun tetap diminati, dengan hadirnya investor seperti Changshin Reksa Jaya, Victory Chingluh Indonesia, dan Sing Wealth Textiles.
Di sisi investor dalam negeri, penguatan aktivitas juga tercermin dari 21 perusahaan PMDN yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Investasi tersebut tersebar di sektor makanan dan minuman, otomotif, bahan bangunan, kimia dan plastik, tekstil, hingga industri pendukung konstruksi dan manufaktur.

Beberapa perusahaan lokal dengan nilai investasi besar di antaranya Indofood CBP Sukses Makmur, Handal Indonesia Motor, National Assemblers, serta Polytama Propindo. Sementara di sektor bahan bangunan dan konstruksi, investasi dilakukan oleh Wijaya Karya Industri & Konstruksi, Jaya Beton Indonesia, dan Pan Asia Jaya Abadi.

Dedi Mulyadi mengatakan, pertumbuhan industri baru tersebut akan berdampak langsung pada pemulihan lapangan kerja di Jabar, termasuk mengurangi angka pekerja yang sebelumnya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Bahwa 15.000 itu nanti ke depan itu akan ter-recovery dengan tumbuhnya lapangan kerja baru," kata Dedi Mulyadi dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin, 22 Desember 2025.

Menurut dia, persoalan ketenagakerjaan selama ini kerap tersendat akibat hambatan perizinan. Karena itu, peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci agar investasi tidak tertahan dan rencana pembukaan lapangan kerja dapat berjalan sesuai target.

"Kan kalau tidak rajin gubernurnya mengorkestrasi turun ke bawah, ngurusin pembebasan perizinan naik lagi ketemu menteri," ujarnya.

Ia menilai, dinamika ketenagakerjaan selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. 

"Jadi ya memang ada yang berhenti, tetapi juga ada ruang untuk masuk," tandasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya