Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: RMOL/Alifia Dwi R.)

Politik

BI Ungkap Injeksi Dana Rp200 Triliun Purbaya ke Bank Belum Ampuh Tekan Bunga Kredit

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 22:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia mengakui kucuran dana pemerintah sebesar Rp276 triliun ke sejumlah perbankan belum mampu menurunkan suku bunga kredit secara signifikan.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro mengatakan, dana jumbo tersebut memang membantu perbankan menekan biaya dana. Namun, likuiditas ratusan triliun rupiah itu dinilai belum cukup kuat mendorong penurunan suku bunga kredit.

“Kalau untuk dampak ke suku bunga dana, sudah pasti ada. Tapi, kalau suku bunga kredit, lihatnya tadi, fakta berbicara (belum mampu menurunkan suku bunga kredit),” kata Solikin dalam Taklimat Media di Jakarta, pada Senin 22 Desember 2025.


Solikin menjelaskan, tambahan dana tersebut membuat bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memiliki ruang pendanaan yang lebih longgar. 

Kondisi ini berbeda dengan bank non-Himbara yang justru menghadapi tantangan lebih besar dalam menghimpun dana.

“Karena memiliki fleksibilitas, sehingga memberikan ruang penurunan kepada suku bunga dana,” terangnya.

Meski demikian, dampaknya terhadap penurunan suku bunga kredit dinilai masih terbatas. Menurut Solikin, besaran likuiditas yang ada belum cukup kuat untuk mendorong perbankan menurunkan bunga kredit secara agresif.

BI mencatat, sepanjang 2025 suku bunga acuan atau BI Rate telah turun 125 basis poin seiring ekspansi likuiditas moneter. Penurunan tersebut lebih cepat ditransmisikan ke suku bunga dana perbankan.

Sementara itu suku bunga deposito tenor satu bulan tercatat turun 67 basis poin, dari 4,81 persen pada awal 2025 menjadi 4,14 persen pada November 2025.

Namun, penurunan suku bunga kredit bergerak lebih lambat. Sepanjang periode yang sama, bunga kredit hanya turun 24 basis poin dari 9,20 persen pada awal tahun 2025 menjadi 8,96 persen pada November 2025.

Adapun kredit perbankan pada November 2025 hanya tumbuh sebesar 7,74 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 7,36 persen yoy pada bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 10,79 persen yoy.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya