Berita

Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan pidato di peringatan Hari HAM Dunia ke-77 di Jakarta, Rabu 10 Desember 2025. (Foto: tangkapan layar Youtube)

Politik

Menteri HAM:

Kritik Dino Patti ke Menlu Sugiono Zonk!

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 21:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membela Menteri Luar Negeri Sugiono dari kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Pigai menilai kritik Dino sama sekali tidak berbobot.

"Saya hargai kritik, tapi kritik Pak Dino kepada Menlu Sugiono isinya semua zonk," kata Pigai dikutip dari akun X @NataliusPigai2, Senin, 22 Desember 2025.

Menurut Pigai, kinerja diplomasi Indonesia saat ini justru sedang melesat. Ia menyebut posisi Indonesia di mata dunia jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya saat Kemlu dipimpin Dino Patti Djalal.


Pigai mengaku mendapat pengakuan langsung dari para diplomat asing. Saat berada di Qatar dan bertemu Duta Besar Qatar di Doha, Pigai mendengar pujian terhadap diplomasi Indonesia.

"Semua Dubes dan diplomat di banyak negara yang saya temui mengatakan, baru kali ini Indonesia dipandang dunia. Sebelumnya kami dipinggiran," ungkapnya.

Pernyataan mereka, kata Pigai, menjadi bukti bahwa Menlu Sugiono berprestasi dan menunjukkan kinerja luar biasa di panggung global.

"Artinya Menlu Sugiono berprestasi dan jauh lebih baik dibandingkan saat Kemlu dipimpin Pak Dino Patti Jalal," ungkapnya.

Pigai menyentil Dino bahwa pengalaman dan posisi internasional tidak otomatis menjamin seseorang paling benar dalam urusan diplomasi.

"Diplomasi itu bukan game. Yang dinilai dunia adalah hasil dan posisi Indonesia hari ini. Dan faktanya posisi Indonesia sekarang jauh lebih diperhitungkan," katanya.

"Pak Dino sedang tunjukkan perilaku dan arogansi kaum elit Indonesia," tukasnya.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal yang juga mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja Menlu Sugiono selama setahun terakhir. 

Kritik disampaikan Dino melalui pernyataan video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal pada Minggu, 21 Desember 2025, menyoroti kepemimpinan, komunikasi publik, dan keterlibatan Menlu dalam urusan diplomasi Indonesia.

“Menlu Sugiono yang baik, saya Dino Patti Djalal membuat pesan ini sebagai sesepuh kementerian luar negeri, sebagai pendukung politik luar negeri, sebagai ketua ormas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan di Asia, dan juga sebagai rakyat,” kata Dino dalam video.

Pertama Dino menyoroti kepemimpinan Menlu Sugiono yang dinilai kurang fokus. Banyak diplomat kehilangan arahan strategis, rapat koordinasi para duta besar tertunda hampir setahun, dan banyak KBRI tidak mendapatkan panduan dari pusat.

“Kemlu is now very much in need of leadership. Idealnya Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu, tapi minimal 50 persen, dan kalau bisa 80 persen, alhamdulillah,” ujarnya.

Selain itu, Dino menekankan pentingnya komunikasi Menlu dengan publik. Selama setahun terakhir, Menlu disebut jarang memberikan policy speech atau wawancara terkait politik luar negeri.

Menurut Dino, langkah diplomasi luar negeri akan percuma jika tidak dijelaskan, dipahami, dan didukung publik di dalam negeri.

“Selain pidato awal tahun yang telah menjadi tradisi Kementerian Luar Negeri. Kami tidak ingin melihat Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister,” tegasnya. 

Dino juga meminta Menlu lebih dekat dengan pemangku kepentingan dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang hubungan internasional. 

“Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Mengeluh Sugiono jauh sekali dari kami. Tidak komunikatif, tidak responsif, tidak aksesibel. Misalnya undangan terakhir dari berbagai ormas hubungan internasional kepada Menlu untuk berdialog dan menerima masukan dari mereka tidak pernah diladeni,” ujarnya. 

Tak kalah penting, Dino mendorong Menlu merangkul kerja sama dengan akar rumput dan ormas hubungan internasional. 

“Alangkah indahnya kalau kita semua bisa bekerjasama dan bergotong royong. Jujurnya dari pengalaman saya berdiplomasi gotong royong antara pemerintah dan ormas hubungan internasional inilah resep sukses dari politik luar negeri,” kata dia.

Diplomasi, menurut Dino, tidak hanya lahir dari inisiatif pemerintah, tetapi juga dari partisipasi masyarakat secara luas.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya