Berita

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M Juhro. (Foto: RMOL/Alifia Dwi R.)

Politik

Undisbursed Loan Tembus Rp2.509 Triliun, Ini Strategi BI Dongkrak Penyaluran Kredit

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 20:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia merespon tingginya angka pinjaman perbankan yang belum tersalurkan atau undisbursed loan mencapai Rp2.509,4 triliun pada November 2025.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro mengatakan bank sentral tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mendorong respons sektor riil agar penyaluran kredit dapat kembali meningkat.

Saat ini BI, kata Solikin tidak hanya mengandalkan instrumen reguler dan kebijakan makroprudensial, tetapi juga memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).


“Nah sehingga kebijakan-kebijakan yang akan kita lakukan ke depan ini selain menggunakan regular instrument, instrument makroprudensial, kita juga melakukan koordinasi, komunikasi dan koordinasi yang diperkuat untuk mendorong despons sisi demand, respon sektor riil,” katanya dalam Taklimat Media di Jakarta, pada Senin 22 Desember 2025.

Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah program Percepatan Intermediasi Indonesia (Pinisi) yang akan disampaikan lebih lanjut oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.

Selain itu, BI juga mengoordinasikan langkah-langkah kebijakan bersama KSSK, termasuk pemetaan sektor-sektor prioritas yang dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan minat investor.

“Yang utama di luar itu adalah membangun persepsi confidence ekonomi, nah sehingga memang kenapa kebijakan itu harus kredibel dan di orkestrasikan dengan baik. Sehingga masyarakat itu gak merasa was-was, jadi kredibel itu dalam pencapaian targetnya juga harus jelas,” tuturnya.

Solikin menegaskan, kredibilitas kebijakan dan kejelasan komunikasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan pelaku usaha dan investor, sehingga penyaluran kredit dapat kembali bergerak lebih agresif ke sektor produktif.

Untuk diketahui, angka kredit nganggur di perbankan itu naik dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar Rp2.450,7 triliun. Kondisi ini mencerminkan penyaluran kredit ke sektor riil tertahan meski likuiditas perbankan relatif memadai.

Sementara itu kredit perbankan pada November 2025 hanya tumbuh sebesar 7,74 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 7,36 persen yoy pada bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 10,79 persen yoy.

"Kalau kita bicara kredit, ekonominya memang mungkin masih masih memang perlu dorongan lagi. Jadi sekarang (penyaluran kredit) tumbuh kalau November itu 7,74 (persen). Mudah-mudahan insya Allah di Desember nanti akhir tahun bisa di atas 8 sebagaimana target Bank Indonesia," katanya.

Solikin mengatakan tingginya undisbursed loan ini terjadi karena sikap investor yang masih bersikap wait and see di tengah dinamika ekonomi dan tingkat suku bunga yang relatif tinggi.

“Tadi saya katakan ketika kita lihat kenapa undisbursed loan tinggi memang umumnya kan mereka tadi dia wait and see. Dari sisi demand (permintaan) mereka berpikir wah daripada saya pinjam suku bunga tinggi, saya mendingan pakai dana internal atau dana dari sumber yang lain,” tandasnya.

Hingga akhir November 2025 suku bunga kredit perbankan hanya turun 24 basis point (bps) dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi sebesar 8,96 persen pada November 2025.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya