Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Perbankan Nasional Didorong Lebih Sehat dan Tangguh di 2026

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri perbankan nasional diharapkan memperkuat permodalan dan mempercepat konsolidasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan hal ini agar industri perbankan tangguh menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta tantangan transformasi digital yang semakin kompleks pada 2026.

Penguatan permodalan menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan perbankan yang berkelanjutan, khususnya bagi bank-bank dengan modal terbatas. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan dorongan ini sejalan dengan hasil Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan industri perbankan kepada OJK pada akhir November 2025.

Dalam RBB tersebut, target pertumbuhan kredit telah disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan domestik. OJK menilai sasaran pertumbuhan yang ditetapkan tetap realistis dan masih mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Dari sisi global, perekonomian dunia masih dihadapkan pada berbagai risiko, seperti perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok, konflik geopolitik, serta kebijakan moneter global yang cenderung berhati-hati. Meski begitu, OJK memperkirakan masih ada peluang penurunan suku bunga lanjutan pada 2026 yang dapat mendukung kinerja perbankan. 

“Namun diperkirakan masih akan ada pemangkasan tambahan pada tahun depan, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan perbankan di 2026,” ujar Dian dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 22 Desember 2025.

OJK memproyeksikan kinerja perbankan pada 2026 tetap tumbuh positif, dengan pertumbuhan kredit yang diperkirakan sedikit lebih tinggi dibandingkan 2025. Penurunan suku bunga, baik global maupun domestik, juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga, memperbaiki likuiditas, serta meningkatkan permintaan kredit.

Meski demikian, perbankan masih menghadapi tantangan struktural, seperti kebutuhan investasi teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, meningkatnya risiko siber, serta ketahanan terhadap gejolak ekonomi global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK menilai perbankan nasional masih memiliki ruang untuk memperkuat modal dan memperbesar skala usaha, baik melalui pertumbuhan organik maupun langkah konsolidasi. Konsolidasi dipandang sebagai strategi penting untuk meningkatkan kinerja dan daya saing bank.

Dengan penguatan permodalan dan konsolidasi, OJK optimistis industri perbankan nasional dapat tumbuh lebih sehat, kuat, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi pada 2026.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya