Berita

Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB. (Foto: Istimewa)

Politik

Wakil Kepala BGN Minta Maaf soal Dadan Hindayana Main Golf

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 00:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjend (Purn) (HOR) Lodewyk Pusung menanggapi kritik publik kepada Kepala BGN Dadan Hindayana yang bermain golf di tengah bencana di beberapa wilayah di Sumatera.

Diketahui, kegiatan golf Dadan berbarengan dengan Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi bencana banjir Sumatera pada 14 Desember 2025.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia, jika ada hal yang dinilai kurang patut," kata Lodewyk Pusung melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 21 Desember 2025.


Lodewyk Pusung juga berterima kasih atas pengawasan rakyat terhadap segala hal aktivitas BGN.

"Kami ini pelayan rakyat, jadi orientasi utama kami adalah kerakyatan," kata Lodewyk Pusung

Lodewyk Pusung juga mengakui bahwa dalam pelaksanaan Program MBG terus ada percepatan. Oleh karena ini program prioritas Presiden Prabowo, maka keterlibatan aktif rakyat menjadi perlu.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan pengawasan dari rakyat, agar program MBG ini berjalan sesuai harapan Presiden Prabowo dan melaporkan ke Presiden sesuai kondisi riil di masyarakat," kata Lodewyk Pusung.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui bermain golf di tengah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

"Minggu, 14 Desember 2025 Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB mengadakan turnamen rutin akhir tahun. Kegiatan ini sebagai bagian dari program menjaga silaturahmi di antara sesama alumni IPB," kata Dadan kepada RMOL Kamis 18 Desember 2025.

Ia menjelaskan aktivitas tersebut bukan untuk bersenang-senang, melainkan menggalang dana bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya