Berita

Bendera Amerika Serikat dan China. (Foto: Artificial Inteligence)

Dunia

China-AS Intervensi Konflik Kamboja-Thailand

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 21:51 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

China dan Amerika Serikat ikut terlibat meredakan konflik yang terjadi antara Thailand-Kamboja.

Dilansir Reuters, Minggu, 21 Desember 2025, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menghubungi Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow. Dalam komunikasi tersebut, Washington prihatin atas memburuknya situasi keamanan di perbatasan.

Dalam pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Rubio mendesak Thailand menurunkan eskalasi dan kembali mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah ada.


Pemerintah Thailand sendiri telah menyatakan posisinya dalam konflik tersebut, termasuk menyatakan siap hadir dalam pertemuan ASEAN pada Senin pekan depan.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga telah melakukan komunikasi dengan Thailand dan Kamboja China menyebut kedua negara ingin meredakan ketegangan dan benar-benar melakukan gencatan senjata. 

Kementerian Luar Negeri Thailand juga mengonfirmasi adanya komunikasi antara Sihasak dan Wang Yi terkait konflik tersebut.

Sementara itu, Kamboja belum memberikan komentar resmi mengenai pendekatan yang dilakukan Amerika Serikat dan China.

Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn dijadwalkan menghadiri pertemuan di Kuala Lumpur pada Senin depan, yang disebut akan menjadi dialog tatap muka pertama antara pemerintah Thailand dan Kamboja sejak pertempuran kembali pecah pada 8 Desember lalu.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya