Berita

Belasan warga negara China diamankan di Ketapang, Kalimantan Barat usai diduga menyerang anggota TNI. (Foto: Dok Warga)

Politik

Demi Wibawa Negara

Kasus WN China Vs TNI Ketapang Butuh Atensi Prabowo

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 20:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kasus dugaan penyerangan lima anggota Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya oleh belasan warga negara China di Ketapang patut menjadi perhatian serius.

TNI adalah simbol pertahanan negara, sementara terduga pelaku adalah warga negara asing. Kasus ini dinilai telah menyinggung wibawa negara.

"Demi mempertahankan wibawa negara dan TNI, Presiden Prabowo harus bertindak," kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 21 Desember 2025.


Muslim mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo harus bersikap tegas terhadap keberadaan warga negara China, apalagi status mereka sebagai pekerja luar negeri justru melakukan tindakan kriminal.

Pemerintahan Prabowo tak boleh bersikap lembek seperti pemerintahan sebelumnya, di mana menurut Muslim, era Presiden Joko Widodo telah leluasa memberi karpet merah kepada para pekerja asing di Tanah Air. 

"Hal ini jika dibiarkan sangat membahayakan keamanan dan kedaulatan negara ini. Prabowo jangan diam hanya karena ingin menjaga hubungan dengan Jokowi," pungkas Muslim.

Sebanyak 34 warga negara China telah diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ketapang. Mereka diamankan buntut dari insiden penyerangan 15 warga negara China terhadap warga sipil dan lima anggota TNI di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.

Berdasarkan penelusuran, mereka tercatat bekerja untuk PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM). Dari jumlah tersebut, 15 pekerja ternyata sudah tidak memiliki izin tinggal di Indonesia.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya