Berita

Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal (Foto: Instagram)

Global

Dino Patti Djalal Kritik Kinerja Menlu Sugiono Selama Setahun

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 19:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono selama setahun terakhir. 

Kritik tersebut ia sampaikan melalui pernyataan video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal pada Minggu, 21 Desember 2025. 

Dalam video, secara garis besar Dinno menyoroti kepemimpinan, komunikasi publik, dan keterlibatan Menlu dalam urusan diplomasi Indonesia.


Kritik tersebut lahir dari pengalaman hampir 40 tahun Dino di dunia diplomasi, baik di dalam maupun luar pemerintahan, sebagai bentuk dukungan sekaligus masukan konstruktif bagi kesuksesan politik luar negeri Indonesia.

“Menlu Sugiono yang baik, saya Dino Patti Djalal membuat pesan ini sebagai sesepuh kementerian luar negeri, sebagai pendukung politik luar negeri, sebagai ketua ormas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan di Asia, dan juga sebagai rakyat,” kata Dino dalam video.

Pertama Dino menyoroti kepemimpinan Menlu Sugiono yang dinilai kurang fokus. Banyak diplomat kehilangan arahan strategis, rapat koordinasi para duta besar tertunda hampir setahun, dan banyak KBRI tidak mendapatkan panduan dari pusat.

“Kemlu is now very much in need of leadership. Idealnya Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu, tapi minimal 50 persen, dan kalau bisa 80 persen, alhamdulillah,” ujarnya.

Selain itu, Dino menekankan pentingnya komunikasi Menlu dengan publik. Selama setahun terakhir, Menlu disebut jarang memberikan policy speech atau wawancara terkait politik luar negeri.

Menurut Dino, langkah diplomasi luar negeri akan percuma jika tidak dijelaskan, dipahami, dan didukung publik di dalam negeri.

“Selain pidato awal tahun yang telah menjadi tradisi Kementerian Luar Negeri. Kami tidak ingin melihat Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister,” tegasnya. 

Dino juga meminta Menlu lebih dekat dengan pemangku kepentingan dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang hubungan internasional. 

“Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Mengeluh Sugiono jauh sekali dari kami. Tidak komunikatif, tidak responsif, tidak aksesibel. Misalnya undangan terakhir dari berbagai ormas hubungan internasional kepada Menlu untuk berdialog dan menerima masukan dari mereka tidak pernah diladeni,” ujarnya. 

Tak kalah penting, Dino mendorong Menlu merangkul kerja sama dengan akar rumput dan ormas hubungan internasional. 

“Alangkah indahnya kalau kita semua bisa bekerjasama dan bergotong royong. Jujurnya dari pengalaman saya berdiplomasi gotong royong antara pemerintah dan ormas hubungan internasional inilah resep sukses dari politik luar negeri,” kata dia.

Diplomasi, menurut Dino, tidak hanya lahir dari inisiatif pemerintah, tetapi juga dari partisipasi masyarakat secara luas.

Dino menutup pesannya dengan harapan agar Menlu Sugiono memperbaiki kepemimpinan, komunikasi, dan keterlibatan publik sehingga diplomasi Indonesia tetap unggul. 

“Menlu Sugiono, remember you only have one shot at history.Kalau semua ini tidak dilakukan, maka Kementerian Luar Negeri akan redup, diplomasi Indonesia akan merosot dan Menlu Sugiono akan dicatat sejarah dengan nilai merah” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya