Berita

Gedung Bank Mandiri. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Penyegaran Komisaris Bank Mandiri Pertebal Pengawasan di Tengah Ekspansi

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 15:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bank Mandiri mempertegas arah penguatan tata kelola dan manajemen risiko melalui penyegaran jajaran Dewan Komisaris yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2025. 

Dalam RUPSLB di penghujung tahun ini, pemegang saham bank berkode emiten BMRI ini menyetujui penunjukan Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama/Independen, M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai Wakil Komisaris Utama, serta B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai bank milik negara yang memegang peran strategis dalam mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Mandiri tentu membutuhkan figur pengawas yang mampu memastikan setiap keputusan strategis berjalan selaras dengan prinsip tata kelola dan kepentingan publik. 


Penguatan fungsi pengawasan tersebut tercermin dari kursi Komisaris Utama Bank Mandiri yang kini ditempati oleh Zulkifli Zaini, bankir senior yang rekam jejaknya lekat dengan perjalanan dan transformasi BUMN termasuk Bank Mandiri. 

Pria yang akrab disapa Zul ini mengawali karier di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada 1988 dan menjadi bagian dari Bank Mandiri sejak awal pembentukannya. Pengalamannya melintasi berbagai fungsi strategis, mulai dari pembiayaan proyek, hubungan kelembagaan, hingga manajemen risiko, mengantarkannya pada posisi Direktur Utama Bank Mandiri pada periode 2010-2013. 

Latar belakang pendidikan Zulkifli turut membentuk pendekatan kepemimpinannya di sektor perbankan dan BUMN. Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Master of Business & Administration (MBA) dari University of Washington, Amerika Serikat.

Di luar sektor perbankan, Zulkifli juga memiliki pengalaman memimpin BUMN sektor riil, termasuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) pada 2019-2021,  serta menjadi Komisaris Independen di BNI dan Komisaris Utama PTPN III. 

Rekam jejak lintas sektor tersebut memperkaya perspektif pengawasan, terutama dalam mengelola risiko pada organisasi berskala besar dengan kompleksitas operasional yang tinggi.

Lalu di posisi Wakil Komisaris Utama, M. Rudy Salahuddin Ramto punya bekal pengalaman strategis dari ranah kebijakan publik dan tata kelola investasi. Saat ini ia menjabat Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM. Ia juga sempat menjadi komisaris di beberapa BUMN, seperti PT Aneka Tambang dan PT Asuransi Jasa Raharja.

Selain itu, latar akademik juga menjadi bagian penting dari rekam jejak Rudy di bidang kebijakan dan tata kelola investasi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Indonesia serta meraih gelar Master dan Doktor di bidang Engineering Management and Systems Engineering dari The George Washington University, Amerika Serikat.

Peran Rudy sebagai Wakil Komisaris Utama menempatkannya pada titik kunci penguatan fungsi pengawasan yang selaras dengan arah kebijakan nasional. Kehadiran Rudy di jajaran Dewan Komisaris Bank Mandiri dipastikan akan mempertegas disiplin ekspansi Bank Mandiri melalui kerangka tata kelola dan manajemen risiko yang prudent.

Kemudian, B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri juga dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang moneter dan keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Executive Analyst serta Deputi Direktur di Bank Indonesia sebelum berkiprah di holding jasa keuangan negara sebagai Komisaris PT Danareksa.

Pengalaman tersebut ditopang oleh latar belakang pendidikan yang kuat di bidang teknik dan manajemen. Bintoro merupakan lulusan Sarjana Teknik Mesin Universitas Indonesia dan meraih gelar MBA dari Iowa State University, Amerika Serikat.

Dengan latar pendidikan teknik dan administrasi bisnis, Bintoro membawa pendekatan analitis dalam memperkuat fungsi pengawasan independen. Fokus tersebut diarahkan pada kualitas pengambilan keputusan, kepatuhan, serta pengendalian risiko di tengah percepatan transformasi bisnis perbankan.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan, keputusan RUPSLB mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah pengelolaan perseroan. Penguatan Dewan Komisaris dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan dan penerapan tata kelola serta manajemen risiko yang solid.

Dengan komposisi Dewan Komisaris yang diperkuat oleh figur berpengalaman di sektor perbankan, kebijakan publik, dan bank sentral, bank berlogo pita emas ini optimistis dapat mempertebal kualitas pengawasan internal. Penguatan tersebut diharapkan menopang ekspansi bisnis dan transformasi layanan sekaligus menjaga kepercayaan pasar serta memperluas kontribusi Bank Mandiri terhadap perekonomian nasional.

“RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Dukungan ini sekaligus menjadi keyakinan bersama bahwa manajemen Bank Mandiri mampu merealisasikan mandat pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ujar Adhika dalam Siaran Persnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya