Berita

Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Politik

PBNU Era Gus Dur Tak Dibujuk Kekuasaan Apalagi Konsesi Tambang

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 07:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Panitia Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Qotrunnada Wahid menceritakan kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid saat menjadi Ketua Umum PBNU 1984-1999. 

"Dalam kepemimpinan Gus Dur, NU bergerak menjadi pemimpin gerakan masyarakat sipil, gerakan rakyat," ujarnya saat sambutan di kediaman Gus Dur, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 20 Desember 2025.

Alissa menyebut semasa menjabat ketua umum PBNU, Gus Dur selalu berada di barisan masyarakat sipil. Bahkan, kiprah Gus Dur tidak hanya untuk kalangan Nahdliyin. 


"Tidak hanya mengurus jamaahnya saja, NU bersama Gus Dur mengajak para pemuka agama lain untuk terus memperjuangkan kedaulatan rakyat, terutama dalam masa rezim militer Orde Baru, menolak penindasan kepada rakyat atas nama pembangunan," jelasnya.

Alissa pun menyampaikan, selama menjabat presiden, NU tidak diberikan privilege terlebih konsesi tambang. Sebaliknya, ia menganjurkan agar NU tetap mengontrol roda pemerintahan yang dipimpinnya.

"Namun, jangankan merayu dengan memberi konsesi tambang, Gus Dur justru sebagai presiden mengingatkan warga NU bahwa NU harus terus kritis kepada penguasa," ucapnya. 
Pasalnya, lanjut Alissa, hal demikian sudah menjadi tugas para kiai dan nyai, yakni memikirkan kemaslahatan umum di atas kemaslahatan pribadi atau kelompok. Olah karena itu, NU perlu menjaga jarak dengan kekuasaan. 

"Dawuh Gus Dur, NU harus menjaga bandul keseimbangan kekuasaan dan terus mengingatkn bahwa kekuasaan adalah untuk rakyat," tegas Putri sulung Gus Dur itu.




Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya