Berita

Gubernur Sumut Bobby Nasution. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Pemberhentian Ijeck Demi Amankan Bobby Nasution

MINGGU, 21 DESEMBER 2025 | 01:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemberhentian Musa Rajekshah alias Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) bukan untuk kepentingan partai beringin, namun demi mengamankan kepentingan Bobby Nasution yang saat ini menjabat Gubernur Sumut.

"Untuk memuluskan Bobby di Pilgubsu mendatang, Golkar harus dilemahkan," kata Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir dikutip dari RMOLSumut, Sabtu 20 Desember 2025.

Untuk mengalahkan Partai Golkar, kata Riza, Ijeck harus diberhentikan dulu dari jabatanya sebagai ketua DPD Partai Golkar Sumut.


Riza Fakhrumi Tahir memastikan pemecatan Ijeck merupakan murni skenario melemahkan Golkar di Sumut. 

"Kalau berhasil di Sumut, maka akan berhasil di seluruh Indonesia," kata Riza.

Riza melihat ada tiga orang terlibat dan paling bertangungjawab dalam pemecatan Ijeck, yakni Ketua Umum Partai Golkar Bahlil, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung. 

"Bahlil, Sarmuji dan Doli adalah pengkhianat Golkar. 

Diketahui, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mencopot Musa Rajekshah alias Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

Surat pemecatan Musa Rajekshah yang juga anggota DPR RI Nomor: Skep- 132/DPP/GOLKAR/XII/2025 itu ditandatangani langsung oleh Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji pada 14 Desember 2025.

Dalam surat itu, Bahlil menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar untuk merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya