Berita

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (tengah) (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Bahlil Sentil Senior Golkar: Jangan Terlalu Lama Merasa Jadi Ketua Umum

SABTU, 20 DESEMBER 2025 | 14:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan setiap pemimpin memiliki waktunya, dan setiap masa memiliki pemimpinnya. 

Pernyataan ini disampaikannya saat menyindir para senior Golkar yang dinilainya masih “merasakan” menjadi ketua umum meski masa jabatannya telah usai.

“Saya selalu diajar Pak Agung, Pak Zainuddin, dan Pak Freddy Latumahina: setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Jangan sampai slogan itu cuma berlaku untuk senior-senior saja. Saat adik-adik jadi ketua umum, jangan masih merasa terus jadi ketua umum. Enggak boleh, no no no,” ujar Bahlil saat Rapimnas Partai Golkar di DPP Golkar, Jakarta, Sabtu 20 Desember 2025. 


Ditegaskan Bahlil, jangan sampai prinsip itu hanya berlaku pada senior Golkar ketika memimpin sebagai ketua umum. Ketika sudah pindah kepemimpinan, masih ada senior yang merasa menjadi ketua umum.

"Jangan teori itu hanya ada pada abang-abang, begitu kita memimpin masih terus merasa ketua umum, gimana, enggak bisa. Ini adalah generasi baru Golkar. Ini generasi baru Golkar. Ini generasi baru partai Golkar," tegasnya.

Bahlil yang juga Menteri ESDM itu pun menantang pihak-pihak yang mencoba mengujinya sebagai ketua umum. Ia menegaskan tidak akan takut dengan tantangan tersebut.

"Jangan, jangan uji nyali, saya kasih tahu. Sopir angkot dan kondektur angkot itu dia mau stop itu hanya dia dan Tuhan yang tahu lampu sen ke mana. Jadi saya sampaikan aja tapi kalau mau uji ayo ah itu Om Suka itu Om Suka. Om Suka. Kita ini nothing to lose soalnya," tegasnya.

Lebih jauh, Bahlil menegaskan, saat ini Golkar butuh menjaga kekompakan untuk menjaga marwah partai.

"Kalau partai ini besar semua anggota kader partai akan besar. Kalau marwah partai ini kita bisa tegakkan maka harga diri semua kader partai juga akan tegak berdiri,” tuturnya.

Atas dasar itu, kata Bahlil, dibutuhkan kolaborasi, dibutuhkan sinergi, dibutuhkan saling memahami.

"Bukan ada yang lari kencang, ada yang mau tarik mundur, itu namanya rentangan dan ini, ini bibit penyakit. Kita ini sedang berkompetisi bersaing dengan partai lain yang juga pengen untuk mendapatkan hasil terbaik. Maka kita harusnya mengumpulkan semua sinergi untuk kita sama-sama bergandengan tangan," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya