Berita

Mobil listrik pabrikan Honda. (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Bisnis

Fokus Mobnas, Pemerintah Hentikan Insentif Mobil Listrik Akhir Desember 2025

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 23:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan insentif bagi mobil listrik pada 31 Desember 2025 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan lebih fokus menghidupkan industri otomotif dalam negeri, salah satunya program mobil nasional.

"Anggaran insentif mobil listrik mau dialihkan ke mana? Kami punya perencanaan mobil nasional. Bisa belajar dari VinFast (mobil buatan Vietnam)," kata Menko Airlangga belum lama ini dikutip redaksi, Jumat, 19 Desember 2025.


Insentif mobil listrik sebelumnya diberikan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 12/2025 yang terbit awal Februari 2025. Merujuk PMK tersebut, pemerintah memberikan insentif PPN DTP 10 persen untuk mobil listrik completely knocked down (CKD).

Sementara PPnBM DTP diberikan kepada impor mobil listrik utuh atau completely built up (CBU) dan CKD sebesar 15 persen. Bea masuk impor mobil listrik CBU juga dibebaskan.

Beberapa perusahaan mobil listrik luar negeri yang mendapatkan insentif ini antara lain BYD, VinFast, Geely, Citroen, Maxus, Xpeng, Aion, hingga GWM Ora.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya