Berita

Penampilan terbaru mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: X Solo Time)

Publika

Jokowi Sulit Menang di Pengadilan

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 06:06 WIB

PENYIDIK sudah memperlihatkan ijazah asli Joko Widodo alias Jokowi kepada Roy Suryo cs dan kuasa hukumnya. Tidak boleh dipegang, diraba, dan diterawang. Hanya bisa dilihat bahwa ijazah asli Jokowi itu ada dan sudah disita.

Pakar Hukum dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ciek Julyati Hisyam, heran tidak saja karena penyidik baru membukanya sekarang; kenapa tidak dari dulu; tapi juga kenapa hanya boleh dilihat, tak sekalian saja dipegang dan seterusnya? Dan sekalian juga diuji Roy Suryo cs.

Dalam pandangan Ciek Julyati Hisyam, kasus ijazah ini sangat bertele-tele, makanya dia meyakini bahwa ijazah Jokowi itu palsu.


Kini Roy Suryo cs tak bisa lagi dikatakan tak pernah melihat sama sekali ijazah asli Jokowi itu. Otomatis, satu argumen paling kuat dari pihak Jokowi, bahwa ijazah Jokowi dicap palsu tanpa pernah melihatnya, langsung terpatahkan alias tak bisa lagi dipakai.

Itu sebetulnya sangat merugikan pihak Jokowi sendiri. Sebab, argumen itu paling mudah dimengerti orang kebanyakan bahwa Roy Suryo cs mengada-ada atau berhalusinasi dengan segala analisis canggihnya itu. Apalagi ijazah itu persis sama dengan yang ditelitinya.

Karena ijazah asli Jokowi yang dilihat Roy Suryo cs itu persis sama dengan yang ditelitinya, maka kesimpulannya pun masih tetap sama, yakni palsu.

Lelaki yang berkacamata dalam ijazah itu dianggap bukanlah Jokowi yang sejak muncul ke publik 2005 lalu, maju sebagai Wali Kota Solo, tak pernah sekali pun tampil berkacamata.

Bahkan, Roy Suryo bisa mengeluarkan opininya setelah melihat ijazah asli Jokowi itu bahwa ijazah itu tidak lazim karena ada goresan di pinggirnya seperti bekas diprint, dicetak.

Canggih betul Roy Suryo ini. Tapi ODGJ, kalau diksi relawan Jokowi yang dipakai.

Harus diakui Roy Suryo, termasuk Dokter Tifa dan Rismon Sianipar, orang yang memiliki keahlian, kendatipun tak diakui pihak Jokowi. Dan keahliannya benar-benar spesifik.

Itu tak dimiliki pihak Jokowi. Pihak Jokowi kebanyakan orang generalis, tak ada yang spesifik. Ada satu-satunya yang ahli secara spesifik, Josua Sinambela. Tapi kalah dalam banyak hal dibanding Roy Suryo cs. Jam terbangnya masih singkat.

Andi Azwan tinggal sebatang kara ditinggal Silfester Matutina dan Freddy Damanik. Jadi analisis-analisis yang bersifat spesifik, tak dimiliki pihak Jokowi. Kuasa hukum Jokowi jelas tak bisa mengambil alih itu.

Tak mudah memberikan penjelasan terhadap suatu barang yang baru saja dilihat, kalau kita tak memiliki keahlian khusus.

Itulah yang dilakukan Roy Suryo dengan cukup baik. Ia mengaku tak hanya hobi komputer, tapi juga tukang foto sejak lama. Baik di ruang terang maupun ruang gelap.

Ia juga membuka sertifikat yang dimilikinya. Foto yang ada di ijazah itu, dikatakan Roy Suryo, terlalu tajam, terlalu baru. Ia meragukan itu keluaran tahun 80-an.

Untuk suatu komentar yang keluar saat itu, harus diakui cukup baik, terutama untuk mempertahankan argumennya. Tapi Hotman Paris Hutapea meragukan Roy Suryo cs bisa menang di pengadilan, mengingat masih sangat kuatnya pengaruh Jokowi saat ini.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya