Berita

Menkop Ferry Juliantono saat memberikan kuliah umum pada acara Seminar Nasional BEM FEB Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) periode 2024-2025, Semarang, Kamis, 18 Desember 2025. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Koperasi Mahasiswa Didorong Masuk Sektor Produksi

KAMIS, 18 DESEMBER 2025 | 19:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak generasi Z, khususnya mahasiswa, membangun masa depan koperasi Indonesia. 

Melalui kemampuan digital marketing, koneksi bisnis online, hingga inovasi produk dan layanan, Gen Z dapat membawa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih melompat lebih cepat dan modern.

Hal itu ditegaskan Menkop saat memberikan kuliah umum pada acara Seminar Nasional BEM FEB Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) periode 2024-2025, Semarang, Kamis, 18 Desember 2025. 
 

 
“Lahir dan berkembangnya koperasi mahasiswa di perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya menghidupkan kembali semangat berkoperasi di kalangan generasi muda,” kata Menkop.

Ia mengapresiasi pendirian Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula dengan konsep yang modern dan berorientasi bisnis produktif. Ini merupakan  wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk berwirausaha dan berinovasi di era digital.   

Menkop mengatakan selama ini koperasi dihadapkan arena ekonomi yang tidak adil. Koperasi dibatasi untukmelakukan kegiatan usaha, sementara ekonomi pasar bebas berkembang yang dikuasai oleh praktik neoliberal. Koperasi akhirnya  lebih dikenal sebagai koperasi simpan pinjam. 

“Banyak sekali tindakan regulasi yang membatasi koperasi. Nggak boleh bikin bank, nggak boleh bikin rumah sakit, nggak boleh bikin perjalanan umroh dan haji, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Regulasinya itu dibuat untuk mencegah koperasi menjadi besar,” kata Menkop.

Namun, ia menegaskan, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo sudah terjadi perubahan, pengelolaan koperasi tidak lagi terbatas. Koperasi dapat mengelola usaha pertambangan, mengelola sumur minyak. 

“Sekarang sesuai dengan keinginan Presiden, kooperasi boleh masuk ke sektor-sektor yang besar lagi. Ini akan menjadi terwujud, memang perlu waktu,” lanjutnya.

Karena itu, ia mendorong koperasi mahasiswa masuk ke sektor produksi karena kesempatan yang semakin terbuka. Ia mengharapkan mahasiswa dan kampus tidak ragu membangun usaha di sektor-sektor, seperti membangun pabrik sabun kecil, pabrik sambal, kecap. 

Kampus juga diharapkan dapat membuat alat-alat teknologi untuk membantu para petani agar kualitas produk pertaniannya tetap terjamin dan harga tidak anjlok, membangun mesin penggilingan yang dapat di tempatkan di desa-desa.

Ia mengatakan, jangan takut produknya tidak laku sebab kampus dan koperasi mahasiswa  dapat bekerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kopdes memiliki lebih 80.000 gerai retail, lembaga keuangan mikro, cold storage,  pergudangan di setiap desa dan kelurahan. 

“Kita punya namanya new emerging market. Kekuatan pasar yang baru. Kalau adik-adik mahasiswa, koperasi-koperasi mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini,” katanya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya