Berita

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Buntut Surat ke PBB

Pimpinan MPR Berharap Ada Solusi Tenteramkan Warga Aceh

RABU, 17 DESEMBER 2025 | 16:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan MPR berharap polemik terkait surat Pemerintah Aceh ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak berlarut-larut dan segera diakhiri dengan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan, terlepas ada atau tidaknya surat yang dikirimkan ke United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF, masyarakat Aceh saat ini sangat membutuhkan kehadiran negara untuk menyelesaikan persoalan pascabencana.

“Menurut saya ada surat atau tidak ada surat, dan saya juga dari Aceh, memang masyarakat sangat berharap untuk segera ada solusi yang menenteramkan masyarakat Aceh,” kata Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025. 


Politikus senior PKS ini mengingatkan semua pihak agar tidak terjebak pada polemik status bencana nasional, melainkan fokus pada penanganan nyata di lapangan. 

Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah infrastruktur rusak, listrik terputus, serta lumpur tebal yang masih menggenangi rumah warga, fasilitas umum, masjid, jalan, dan perkantoran.

“Saya menyaksikan sendiri betapa memang sangat berat sekali itu. Enggak mungkin warga sebagai individu, warga sipil menyelesaikan masalah lumpur yang menggenangi rumah dan di luar rumah itu masih basah dia, susah sekali diserok atau dikeluarkan,” ujar Hidayat.

Karena itu, Hidayat menegaskan perlunya komitmen kuat dari pemerintah pusat untuk segera hadir dan menyelesaikan persoalan di Aceh.

“Kita tidak boleh terjebak hanya pada polemik ini bencana nasional atau tidak. Tapi segera hadirkan komitmen untuk betul-betul menyelesaikan masalah di sana. Supaya kemudian masyarakat kita tenteram. Dan yakin betul bahwa negara tetap membantu warga kita di sana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Aceh secara resmi menyurati dua lembaga PBB, UNDP dan UNICEF, untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh.

“Secara khusus Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," kata Muhammad MTA dalam keterangan tertulisnya, Minggu 14 Desember 2025.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya