Berita

Ilustrasi beras (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Tak Impor Beras, Indonesia Beri Dampak Besar ke Pasar Dunia

RABU, 17 DESEMBER 2025 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebijakan Indonesia untuk menghentikan impor beras telah mempengaruhi harga beras global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, Indonesia sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara pengimpor beras terbesar di dunia. Namun, dalam waktu relatif singkat, peningkatan produksi dalam negeri membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

Ia pun berkisah bahwa sebelumnya Indonesia adalah pembeli beras terbesar dunia. Bahkan saat ia menjabat Menteri Perdagangan, harga beras sekitar 650 Dolar AS per ton. 


"Sekarang, karena kita tidak lagi membeli beras dari luar, harganya turun hingga di bawah 400 Dolar AS. Dampaknya terhadap harga dunia sangat besar,” ujar Zulhas di Jakarta, dikutip Rabu 17 Desember 2025. 

Indonesia melakukan impor sebesar 4,5 juta ton beras pada tahun lalu. Namun, tahun ini Indonesia berhasil mencetak surplus produksi beras sebesar 4,7 juta ton. 

"Saat ini stok beras yang berada di gudang Bulog telah mencapai 3,7 juta ton," jelas Zulhas.

Data Kemenko Pangan menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi beras nasional mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Selain itu, produksi jagung Indonesia juga mencapai 16,55 juta ton atau naik 9,34 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Produksi yang meningkat ini menurut Zulhas dipengaruhi oleh pemangkasan regulasi, salah satunya pada pengadaan pupuk bersubsidi.

Sebelumnya ada 148 aturan terkait dengan pengadaan pupuk. Kini, regulasi tersebut dipangkas menjadi 33 aturan, sehingga petani dapat dengan mudah mendapatkan pupuk sesuai dengan jadwal waktu tanam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya