Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Variatif Menanti Data Ekonomi AS

RABU, 17 DESEMBER 2025 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif di tengah penilaian investor terhadap data ekonomi yang tertunda untuk membaca arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve, tahun depan.

Dikutip dari Reuters, Rabu 17 Desember 2025, pada penutupan Selasa indeks Nasdaq Composite naik 0,23 persen ke level 23.111,46. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 0,62 persen ke 48.114,26, dan S&P 500 melemah 0,24 persen ke posisi 6.800,26. Tekanan terbesar datang dari saham energi yang anjlok hampir 3 persen seiring harga minyak mentah menyentuh level terendah sejak 2021.

Sektor kesehatan juga menjadi pemberat pasar. Saham Pfizer turun 3,4 persen setelah perusahaan farmasi itu memperkirakan tahun 2026 akan penuh tantangan akibat melemahnya penjualan produk Covid-19 dan margin yang tertekan. Saham Humana bahkan merosot 6 persen setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut mengumumkan perubahan kepemimpinan, meski tanpa rincian jelas.


Dari sisi data ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan lapangan kerja kembali meningkat pada November dengan penambahan 64.000 pekerjaan, setelah sempat turun pada Oktober akibat pemangkasan belanja pemerintah. Namun, tingkat pengangguran justru naik menjadi 4,6 persen, mencerminkan ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi, terutama terkait kebijakan dagang agresif Presiden Donald Trump.

Data lain menunjukkan penjualan ritel pada Oktober stagnan, sedikit di bawah perkiraan ekonom yang memprediksi kenaikan 0,1 persen. Analis menilai angka-angka tersebut kemungkinan terdistorsi akibat lambatnya pengumpulan data selama penutupan sebagian pemerintahan baru-baru ini.

Pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga acuan The Fed setidaknya sebesar 58 basis poin tahun depan, jauh lebih besar dibandingkan sinyal penurunan 25 basis poin yang disampaikan bank sentral pekan lalu. Meski begitu, sejumlah analis menilai data terbaru belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar secara signifikan.

Di luar pergerakan indeks utama, beberapa saham mencatat kenaikan tajam. Saham B. Riley melonjak lebih dari 50 persen setelah bank investasi itu melaporkan laba kuartal kedua, berbalik dari rugi pada periode yang sama tahun lalu. Saham Comcast naik 5,4 persen setelah muncul spekulasi mengenai potensi masuknya investor aktivis.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya