Dosen dan Ketua Pusat Studi Rantai Pasok Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Sani Susanto.(Foto: Dokumentasi Unpar)
Dosen dan Ketua Pusat Studi Rantai Pasok Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Sani Susanto.(Foto: Dokumentasi Unpar)
Seperti diketahui, dalam SKB bernomor KP-DRJD 6064/2025, HK.201/11/19/DJPL/2025, 104/KPTS/Db/2025, dan Kep/230/XI/2025, pemerintah membatasi pergerakan truk sumbu tiga atau lebih, truk dengan kereta gandengan/tempelan, serta kendaraan barang pengangkut galian, tambang, dan bahan bangunan selama 11 hari, yaitu pada 19-20 Desember 2025, 23-28 Desember 2025, dan 2-4 Januari 2026.
Disebutkan, di hari-hari tersebut truk sumbu 3 atau lebih ini hanya diizinkan beroperasi di jalur arteri mulai pukul 22.00 hingga 05.00.
Populer
Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19
Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14
UPDATE
Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43
Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19
Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54
Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28
Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55