Berita

Konferensi Pers Safety Wrap Up 2025 mengungkap pada semester I 2025 Tiktok Hapus 232.000 Konten Penipuan (Foto: TikTok Indonesia)

Bisnis

Tinjauan Tiga Pilar Keamanan Digital TikTok Indonesia Sepanjang 2025

SELASA, 16 DESEMBER 2025 | 17:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sepanjang 2025, TikTok Indonesia melaksanakan serangkaian inisiatif terstruktur untuk memperkuat keamanan platform bagi penggunanya. Upaya ini mencakup penguatan kebijakan, pembaruan fitur, dan perluasan edukasi publik melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan utama.

Hilmi Adrianto, Head of Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia menegaskan bahwa  keamanan pengguna selalu menjadi prioritas. Menurutnya, keamanan digital tidak hanya sekadar menghapus konten berbahaya, tetapi juga memastikan seluruh pengguna, termasuk remaja, dapat berkreasi, terhubung, dan mengekspresikan diri dalam ruang digital yang aman dan positif. 

"Karenanya, kami terus memperkuat perlindungan melalui penegakan kebijakan, sistem moderasi berlapis, edukasi literasi digital, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan," jelas Hilmi dalam keterangannya di acara Konferensi Pers Safety Wrap Up 2025, Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.


Pemerintah turut mengapresiasi upaya ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Komdigi RI, Mediodecci Lustarini, menyampaikan bahwa Komdigi mengapresiasi upaya TikTok dalam menghadirkan edukasi, perlindungan, dan transparansi kepada publik. 

"Ini sejalan dengan prioritas Komdigi RI untuk memperkuat literasi digital, menekan konten berisiko, serta memastikan PSE beroperasi secara bertanggung jawab. Kolaborasi lintas pihak sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap aman dan positif,” katanya.

TikTok memfokuskan inisiatif keamanannya pada tiga bidang utama melalui kampanye terukur:

Pertama, Literasi Digital dan Perlindungan Remaja. 
Inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem digital yang suportif bagi pengguna muda dan orang tua. Melalui kampanye Seru Berkreasi dan SalingJaga yang bekerja sama dengan Yayasan SEJIWA, TikTok menyelenggarakan roadshow edukasi keamanan digital. Kegiatan ini telah menjangkau lebih dari 1.600 remaja di tingkat SMA.

Kolaborasi dengan Yayasan Keluarga Kita dilakukan untuk memperluas literasi digital kepada orang tua di 358 kota, mencakup penyelenggaraan lokakarya pengasuhan digital dan penyediaan modul pembelajaran daring.

Founder Yayasan SEJIWA, Diena Haryana, menyoroti peran keluarga. 

“Kolaborasi semua pemangku kepentingan menjadi kunci, dengan orang tua memegang peran utama sebagai pengenal teknologi di keluarga. Melalui pendampingan hangat, komunikasi terbuka, kebijakan yang ramah anak, serta dukungan seluruh masyarakat termasuk platform digital, ruang digital yang sehat dan positif dapat terwujud,” katanya.

Kedua, Penanganan Judi Online (Judol)
Bekerja sama dengan Komdigi RI, kampanye #LawanJudol diluncurkan untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap dampak negatif judi online.

TikTok menyelenggarakan lokakarya dan menghadirkan laman khusus di dalam aplikasi yang menyediakan informasi, sumber daya otoritatif dari pemerintah, serta layanan aduan (hotline).

Pada semester pertama 2025, platform ini menunjukkan konsistensi dalam penindakan dengan menghapus lebih dari 424 ribu konten terkait perjudian dan sekitar 1,6 juta komentar yang mempromosikan aktivitas tersebut. Lebih dari 99 persen konten ini dihapus melalui sistem moderasi proaktif sebelum dilaporkan pengguna.

Ketiga, Pencegahan Penipuan Online
Menanggapi peningkatan ancaman penipuan online, TikTok meluncurkan kampanye #PikirDuaKali.

Kampanye ini memperkenalkan metode 3C: Cek, Cegah, Cegat, sebagai panduan tiga langkah bagi masyarakat untuk mengidentifikasi ancaman phishing, lowongan kerja palsu, atau skema investasi berkedok penipuan.

Penguatan kampanye dilakukan melalui Pusat Panduan #PikirDuaKali, kolaborasi edukasi dengan kreator dan pakar, serta sosialisasi melalui program TikTok Goes to Campus dan #PikirDuaKali LIVE Series. Kanal pelaporan juga terhubung dengan Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

Sebagai bagian integral dari komitmen keamanan, TikTok juga menghadirkan pembaruan pada fitur kesejahteraan digital. Pembaruan ini mencakup alat-alat untuk mengatur waktu layar, mengelola interaksi, serta fitur seperti meditasi dan pengingat waktu layar, yang ditujukan untuk mendukung pengalaman digital yang lebih seimbang, khususnya bagi pengguna remaja.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya