Berita

Menteri Agama Nasarudin Umar (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Menag Nasarudin Umar Dorong Kemandirian Umat dan Penguatan Program Kemenag 2026

SELASA, 16 DESEMBER 2025 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Menteri Agama Nasarudin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat peran keumatan melalui pelibatan seluruh pemangku kepentingan serta penguatan kemandirian ekonomi umat.  

Hal tersebut disampaikan di sela pembukaan rapat kerja (raker) Kemenag yang didahului dengan pelaksanaan lokakarya.

Menurut Menag, lokakarya digelar untuk melibatkan seluruh stakeholders Kemenag agar merasa memiliki institusi tersebut. Semakin banyak pihak yang merasa memiliki Kemenag, semakin besar pula dukungan terhadap program-program yang dijalankan.


“Hari ini kita menindaklanjuti berbagai masukan dari para stakeholders melalui rapat kerja. Salah satunya dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Koperasi sebagai bagian dari implementasi program kerja ke depan,” ujar Nasarudin, di Tangerang, Selasa 16 Desember 2025.

Ia menjelaskan, potensi ekonomi umat yang berada di bawah pembinaan Kemenag sangat besar. Saat ini terdapat sekitar 42 ribu koperasi, 800 ribu masjid, serta berbagai lembaga keagamaan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat.

“Jika seluruh potensi itu kita berdayakan secara ekonomi, dampaknya akan sangat dahsyat. Kementerian Agama diharapkan mampu mengubah wajah umat agar lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah maupun pihak lain,” katanya.

Menag menilai, kemandirian lembaga keumatan dan ekonomi umat akan memperkuat fungsi kritis keagamaan. Ketika lembaga-lembaga tersebut mampu membiayai dirinya sendiri, maka peran dan sikap independennya akan semakin kuat.

Nota Kesepahaman Kemenag dengan Kementerian Koperasi, menurutnya, akan menjadi landasan kerja sama dalam mensinergikan kebijakan pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi, serta mendorong pembentukan dan pengembangan koperasi di lingkungan rumah ibadah, madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.

Menag juga mengungkapkan bahwa Rapat kerja Kemenag sengaja digelar pada akhir tahun agar program-program yang dirumuskan dapat langsung dijalankan pada awal 2026. “Insyaallah mulai Januari 2026 kita akan melakukan kick off dan peluncuran berbagai kegiatan,” ujar Nasarudin.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menjelaskan kebijakan Kemenag terkait perayaan Natal. Ia menyampaikan bahwa mulai tahun ini, perayaan Natal di lingkungan Kemenag akan diselenggarakan secara bersama tanpa pemisahan antara Katolik dan Protestan maupun antar denominasi.

“Tidak ada lagi Natal Katolik atau Natal Protestan yang terpisah. Semuanya disatukan dalam satu perayaan Natal Bersama. Setelah itu selesai, tidak ada lagi perayaan Natal yang berlangsung berlarut-larut hingga Januari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menag menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam menjalankan program-program Kemenag ke depan. Mengingat luasnya wilayah Indonesia dan beragamnya kondisi di lapangan, setiap kebijakan akan didahului dengan penelitian, survei, serta penghimpunan masukan agar pelaksanaannya lebih profesional dan tepat sasaran.

Menutup pernyataannya, Nasarudin Umar menyampaikan pesan Natal kepada seluruh masyarakat. Ia mengajak umat Kristiani untuk memaknai Natal secara mendalam, serta mengimbau masyarakat yang tidak merayakan Natal untuk memberikan ruang dan menjaga suasana kondusif agar perayaan dapat berlangsung dengan khusyuk.

“Mari kita saling menghormati dan menjaga harmoni, demi kehidupan berbangsa yang damai,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya