Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga duduk di Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid. (Foto: Tim Media PKS)

Politik

Bantuan Bencana Dari Luar Negeri Jangan Dikenakan Pajak

SELASA, 16 DESEMBER 2025 | 12:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bantuan kemanusiaan dari luar negeri bagi korban bencana di Sumatera diusulkan dapat diberikan kemudahan fiskal, termasuk tidak dikenai pajak dan bea masuk, demi mempercepat penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga duduk di Komisi XI DPR RI,  Muhammad Kholid, menjelaskan informasi mengenai potensi pengenaan pajak atas bantuan kemanusiaan dari diaspora menimbulkan kebingungan di masyarakat. 

Ia menilai, dalam situasi darurat, kejelasan kebijakan dan penyederhanaan prosedur sangat dibutuhkan agar semangat solidaritas publik dapat tersalurkan secara optimal.


“Kami memahami pemerintah bekerja keras menangani bencana ini. Namun, kami berharap bantuan kemanusiaan, khususnya dari luar negeri, dapat difasilitasi dengan kebijakan yang memudahkan dan mempercepat penyaluran,” ujar Kholid kepada wartawan di Jakarta, dikutip Selasa, 16 Desember 2025.

PKS mendorong Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mempertimbangkan relaksasi atau diskresi kebijakan terkait pajak dan bea masuk atas bantuan bencana. Menurutnya, pengawasan dan akuntabilitas tetap penting, namun tidak seharusnya menghambat kecepatan distribusi bantuan.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, kemudahan prosedur akan sangat membantu mempercepat hadirnya bantuan di tengah warga yang membutuhkan, tanpa mengurangi prinsip transparansi dan pengawasan,” kata alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu.

Ia menegaskan secara hukum, pembebasan pajak dan bea masuk atas bantuan kemanusiaan dimungkinkan. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk memberikan pembebasan atau keringanan bea masuk atas barang tertentu, termasuk untuk kepentingan kemanusiaan.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menempatkan asas kecepatan, ketepatan, dan kemanusiaan sebagai prinsip utama dalam penanganan keadaan darurat. Hal lain yang tidak kalah penting, menurut Kholid adalah penguatan koordinasi dan tata kelola distribusi bantuan dari luar negeri.

Kemudahan fiskal perlu dibarengi dengan mekanisme koordinasi lintas instansi yang jelas, sistem pendataan dan pelacakan logistik yang baik, serta pengawasan yang proporsional agar bantuan dapat tersalurkan secara tertib, tepat sasaran, dan akuntabel. 

Ia berharap sinergi antara Kementerian Keuangan, BNPB, dan perwakilan RI di luar negeri, serta lembaga kemanusiaan dapat terus diperkuat.

“PKS siap mendukung langkah-langkah pemerintah yang berorientasi pada percepatan bantuan kemanusiaan sekaligus penguatan tata kelola yang baik,” tutup anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI itu.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya