Berita

Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Very Radian Wicaksono (Foto: Komdigi)

Bisnis

Komdigi Dorong Kolaborasi ASEAN Perkuat Ekosistem Komunikasi Publik

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | 14:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penguatan kolaborasi antarnegara anggota ASEAN dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat, kredibel, dan mampu bersaing di tingkat global, khususnya di tengah derasnya arus disinformasi di kawasan Asia Tenggara.

Atas dasar tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam memperkuat narasi publik yang positif, faktual, dan inklusif sebagai bagian dari strategi komunikasi bersama negara-negara ASEAN.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Very Radian Wicaksono, saat menghadiri Regional Workshop for Mapping Best Practices of Content Creation for National Branding in ASEAN Member States yang digelar di Jakarta pada awal Desember.


Workshop yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh perwakilan dari tujuh negara anggota ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Vietnam. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari media pemerintah, kreator konten regional, akademisi, perwakilan Sekretariat ASEAN, hingga mitra komunitas seperti Good News From Indonesia (GNFI).

Salah satu hasil konkret dari forum tersebut adalah penyusunan Digital Guidebook bertajuk Good News from Southeast Asia”, yang dirancang sebagai panduan bersama bagi pejabat komunikasi pemerintah, praktisi media, dan kreator konten komunitas di kawasan ASEAN.

Panduan ini tidak hanya mendefinisikan konsep “good news” dalam konteks regional, tetapi juga memberikan standar bersama dalam produksi dan distribusi konten positif lintas negara. Dengan pendekatan tersebut, ASEAN diharapkan memiliki narasi yang selaras namun tetap mencerminkan keberagaman tiap negara anggota.

“Keterlibatan peserta dalam membahas hasil survei, memvalidasi kerangka kerja, serta berbagi praktik terbaik akan memastikan panduan ini bersifat praktis, inklusif, dan merepresentasikan keragaman kawasan,” ujar Very kepada wartawan di Jakarta, dikutip Sabtu 13 Desember 2025. 

Melalui inisiatif ini, Komdigi mendorong terbentuknya kerja sama yang lebih erat antarnegara ASEAN untuk memperkuat daya saing komunikasi publik di tingkat global.

“Dengan mengangkat kisah tentang inovasi, persatuan, dan kemajuan secara kolektif, ASEAN dapat membangun identitas regional yang lebih kuat dan dipersepsikan sebagai kawasan yang penuh harapan dan peluang,” pungkas Very.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya