Berita

Ilustrasi polisi. (Foto: Tirto.id)

Hukum

Peraturan Kapolri 10/2025 Tidak Bermasalah Asal..

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | 10:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025 yang diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak bermasalah selama diterapkan sebatas urusan internal Polri. Dan, regulasi tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai pelanggaran terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Demikian disampaikan aktivis demokrasi Adhie M. Massardi dalam perbincangan dengan , Sabtu, 13 Desember 2025. 

Namun Adhie mengingatkan persoalan muncul apabila aturan internal Polri digunakan untuk memaksa instansi di luar kepolisian agar tunduk pada Perpol. Jika hal itu terjadi, kata dia, kekuatan Perpol akan setara dengan Keputusan Presiden atau Peraturan Presiden.


"Kalau itu dipakai untuk memaksa institusi di luar Polri mengikuti aturan ini, maka ini sudah masuk wilayah abuse of power," ujarnya.

Adhie menegaskan, seluruh institusi negara dan pemerintah tetap wajib menghormati putusan MK yang melarang anggota Polri aktif menduduki jabatan di institusi sipil atau non-bersenjata. Putusan tersebut, menurut dia, bersifat final dan mengikat.

"Instansi negara harus tetap patuh pada keputusan MK. Polisi aktif tidak boleh menjadi pegawai di institusi sipil," kata Adhie.

Ia juga menyebut Presiden memiliki kewenangan konstitusional untuk bertindak jika terdapat lembaga negara yang melanggar putusan MK. Tindakan tersebut diperlukan untuk menegakkan hukum dan menjaga konstitusi.

"Kalau ada institusi yang melawan keputusan MK, Presiden bisa bertindak sesuai sumpah jabatannya untuk menjaga konstitusi," ujarnya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menandatangani Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2025 pada 9 Desember 2025. Aturan tersebut diumumkan ke publik sehari kemudian oleh Kementerian Hukum.

Dalam regulasi itu, anggota Polri yang masih aktif diperbolehkan menduduki jabatan di 17 kementerian dan lembaga pemerintah tanpa harus mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.

Kementerian dan lembaga dimaksud adalah Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kehutanan.

Kemudian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Lembaga Ketahanan Nasional, Otoritas Jasa Keuangan.

Lalu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Badan Narkotika Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Intelijen Negara, Badan Siber Sandi Negara, dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Perpol itu kemudian menimbulkan polemik karena sebelumnya MK lewat putusan Nomor 114/PUU-XXIII/2025 yang diketok pada 13 November 2025 melarang anggota Polri menduduki jabatan sipil sebelum mengundurkan diri atau pensiun..

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya