Berita

Zona Pengelolaan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (Foto: RMOLLampung)

Politik

Komisi IV DPR: Rencana Pengurangan Zona Inti TN Way Kambas Sangat Berbahaya!

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | 08:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IV DPR RI melayangkan kritik keras terhadap rencana perubahan fungsi yang berpotensi mengurangi luas Zona Inti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung. Komisi menilai langkah ini keliru dan berisiko besar merusak perlindungan ekosistem yang sudah ada.

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menegaskan, zona inti merupakan jantung konservasi yang tidak boleh diperlakukan sebagai ruang fleksibel, apalagi dialihkan menjadi zona pemanfaatan. Menurutnya, perubahan tersebut akan membuka peluang degradasi hutan serta hilangnya habitat satwa kunci.

“Saya sebagai anggota Komisi IV DPR menilai rencana perubahan fungsi yang mengurangi zona inti Taman Nasional Way Kambas sebagai langkah keliru dan berisiko melemahkan perlindungan ekosistem,” tegas Daniel kepada RMOL Sabtu, 13 Desember 2025.


Ia mewanti-wanti para pengambil kebijakan agar berhati-hati mengambil keputusan, terlebih di tengah meningkatnya bencana banjir dan tanah longsor akibat perubahan kawasan hutan dan kerusakan lingkungan.

“Sudah tahu saat ini terjadi bencana banjir tanah longsor akibat perubahan kawasan hutan, kerusakan hutan menjadi penyebab bencana. Ini lagi bencana malah TNWK mau mengubah peruntukan kawasan ini ke zona pemanfaatan,” ujar Legislator PKB ini.

Daniel menilai, perubahan fungsi kawasan TNWK juga akan mengancam habitat gajah, badak, serta satwa langka lainnya dan berpotensi meningkatkan konflik satwa dengan manusia. 

Selain itu, rencana tersebut bertentangan dengan amanat Undang-Undang Kehutanan yang mewajibkan perlindungan ketat terhadap zona inti kawasan konservasi dan hutan lindung.

Komisi IV DPR RI pun mendorong pemerintah untuk memberlakukan moratorium perubahan fungsi kawasan hingga dilakukan audit ekologis dan tata kelola yang objektif. Pemerintah juga diminta mengoptimalkan zona pemanfaatan tanpa menyentuh zona inti, serta memprioritaskan restorasi dan rehabilitasi Taman Nasional Way Kambas.

“Sebagai anggota Komisi IV DPR dengan tegas meminta pemerintah mempertahankan zona inti Way Kambas. Perlindungan kawasan konservasi tidak boleh dinegosiasikan hanya untuk kepentingan jangka pendek,” pungkas Daniel.

Berdasarkan Peta Zona Pengelolaan TNWK 2020, luas kawasan mencapai 125.621,30 hektare, terdiri dari zona inti 59.935,82 hektare; zona rimba 36.000,05 hektare; zona pemanfaatan 3.934,24 hektare; zona rehabilitasi 16.680,99 hektare; zona religi 2,13 hektare; dan zona khusus 9.066,07 hektare.

Data yang dihimpun Kantor Berita RMOLLampung, TNWK bakal mengalami perubahan pada zona pengelolaan. Ada empat zona yang akan diambil alih pihak ketiga, masing-masing Resor Way Kanan, Resor Sekapuk, Resor Wako, dan Resor Rantau Jaya.

Keempat resor ini berada ditengah kawasan TNWK dan membelah TNWK menjadi 3 bagian. 

Bila perubahan fungsi TNWK terjadi, akan perubahan signifikan terjadi pada zona inti, di mana sebagian besar kawasan tersebut akan dialihkan menjadi zona pemanfaatan.

Sejumlah resor seperti Resor Way Kanan, Resor Sekapuk, Resor Wako, dan Resor Rantau Jaya masuk dalam usulan perubahan menjadi zona pemanfaatan dari sebelumnya zona inti TNWK.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya