Berita

Kebakaran Gedung Terra Drone di Jalan Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat. (RMOL/Bonfilio Mahendra)

Nusantara

Kebakaran Maut Terra Drone Dinilai Akibat Kelalaian Sistemik

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 14:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Insiden kebakaran Gedung Terra Drone yang merenggut 22 nyawa, menuai reaksi keras dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano P. Ahmad.

Legislator Kebon Sirih itu menilai, musibah ini merupakan bukti nyata kelalaian sistemik. Melibatkan pengelola gedung dan lemahnya fungsi pengawasan oleh pemerintah provinsi.

“Saya berharap ini yang terakhir dan tidak boleh terulang kembali,” ujar Riano lewat keterangan resminya, Jumat, 12 Desember 2025.


Ia menggarisbawahi dua temuan krusial sebagai akar masalah tragedi tersebut. Pertama, pelanggaran serius terhadap peruntukan zonasi kawasan.

Hasil penyelidikan mengungkap, gedung yang seharusnya berfungsi sebagai perkantoran, justru menjadi tempat menyimpan baterai dalam jumlah besar. Baterai merupakan bahan yang mudah terbakar dan berpotensi meledak.

“Lokasi itu dipakai untuk gudang baterai. Pertanyaannya, apakah gudang seperti itu boleh ditempatkan di zonasi perkantoran? Ini menjadi concern saya,” jelas Riano.

Kedua, persoalan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Menurut Riano, ketiadaan atau ketidaksesuaian SLF menjadi faktor Utama. Evakuasi menjadi sangat sulit, bahkan memaksa korban memecahkan kaca untuk menyelamatkan diri.

“Berarti kelayakan gedung tidak sesuai standar keselamatan. Ini alarm bahaya,” tegas dia.

Karena itu, Riano menuntut Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), DPMPTSP, Satpol PP, dan Dinas Cipta Karya, segera turun langsung. Menertibkan gedung-gedung yang belum memiliki SLF.

Riano juga berpendapat, pengawasan gedung bertingkat oleh pemerintah daerah belum maksimal. Pasalnya, banyak gedung di Jakarta yang SLF-nya belum ada atau sudah habis.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan. Jangan tunggu terbakar dulu baru bergerak,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya