Berita

Ilustrasi gedung KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Peringatan KPK: Semua Anggota Komisi XI DPR yang Kebagian Bantuan BI–OJK Harus Bertanggung Jawab

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 09:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bukan cuma Heri Gunawan dan Satori yang harus pasang badan. Tapi semua anggota Komisi XI DPR periode 2019-2024 yang ikut menikmati guyuran dana dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wajib mempertanggungjawabkan di meja hukum.

Peringatan keras itu dilontarkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak melalui media, Jumat, 12 Desember 2025. "Semua anggota Komisi XI yang menerima dana dari BI dan OJK harus mempertanggungjawabkan secara hukum," tegasnya.

KPK memang baru menetapkan dua nama sebagai tersangka. Heri Gunawan dari Gerindra dan Satori dari Nasdem. Tapi Tanak mengisyaratkan kasus belum tutup buku.


"Seperti dua orang anggota Komisi XI yang telah ditetapkan sebagai tersangka," tandasnya, seolah memberi sinyal babak berikutnya.

Kasus CSR BI dan OJK naik penyidikan sejak Desember 2024. Lalu Hari Gunawan alias Hergun dan Satori diumumkan tersangka oleh KPK pada 7 Agustus 2025. Meski begitu hingga hari ini keduanya belum juga disentuh penahanan.

KPK mengklaim Hergun menggunakan tenaga ahli, sementara Satori menggerakkan orang kepercayaannya, untuk membuat proposal bantuan dana sosial lewat 4 yayasan Rumah Aspirasi Hergun dan 8 yayasan Rumah Aspirasi Satori. Proposal-proposal itu masuk ke BI dan OJK, bahkan ke mitra kerja Komisi XI lainnya.

Dana puluhan miliar cair sejak 2021–2023. Tapi kegiatan sosial yang dijanjikan jangankan acara, jejak brosur pun tak ada. Uang masuk, aktivitas nihil.

Hergun tercatat mengantongi Rp15,86 miliar. Dari BI lewat PSBI Rp6,26 miliar, dari OJK lewat PJK Rp7,64 miliar, plus Rp1,94 miliar dari mitra lain. Uang-uang itu kemudian diputihkan lewat akal-akalan TPPU. Dipindah ke rekening pribadi, dibukakan rekening baru oleh anak buah, lalu dicairkan lewat setor tunai. Ujung-ujungnya dipakai untuk bangun rumah makan, buka outlet minuman, beli tanah, bangunan, sampai mobil.

Satori tak mau kalah. Total Rp12,52 miliar diterimanya. Rp6,3 miliar dari BI, Rp5,14 miliar dari OJK, dan Rp1,04 miliar dari mitra lain. Duit itu pun lari ke deposito, tanah, showroom, sepeda motor, dan berbagai aset pribadi. Bahkan ia diduga main rekayasa transaksi dengan bantuan bank daerah untuk menyamarkan jejak deposito.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya