Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Fitch: Industri Pelayaran Global Tertekan, Dampaknya Mulai Terasa di Indonesia

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 13:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Fitch Ratings menilai industri pelayaran global berada dalam tekanan, ditandai prospek memburuk akibat risiko geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan meningkatnya proteksionisme. 

Dalam laporan Global Shipping Outlook 2026, Fitch menyebut ketidakpastian di jalur pelayaran utama, termasuk potensi terganggunya kembali transit Laut Merah,dapat menekan permintaan tonne-mile dan mengubah distribusi perdagangan dunia. 

Bagi Indonesia, risiko geopolitik dan perubahan rute pelayaran bisa berdampak pada biaya angkut, terutama karena ketergantungan pada jalur perdagangan Asia - Eropa dan Timur Tengah untuk komoditas seperti tekstil, elektronik, baja, dan energi. 


Koreksi tarif angkut global yang diperkirakan terjadi pada 2026 itu berpotensi menurunkan pendapatan perusahaan pelayaran peti kemas internasional, namun di sisi lain dapat membawa dua dampak bagi Indonesia, seperti biaya impor bahan baku industri dapat menurun (positif) dan ketidakpastian jadwal maupun rute pelayaran (negative).

Sementara itu, meningkatnya proteksionisme global berpotensi menghambat ekspor Indonesia, khususnya produk bernilai tinggi seperti CPO olahan, otomotif, dan komponen elektronik. Meski demikian, peluang baru muncul melalui penguatan perdagangan dengan Asia Selatan dan Afrika.

Fitch juga memproyeksikan segmen tanker, terutama crude tanker, tetap kuat pada 2026. Kondisi ini secara tidak langsung menguntungkan Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM, karena ketersediaan kapal tanker diperkirakan stabil.

Untuk pelayaran curah kering (bulk), yang penting bagi ekspor batubara dan nikel, fundamental global diprediksi lemah namun stabil, dengan permintaan kapal masih ada meski margin tidak setinggi masa puncak sebelumnya.

Fitch mencatat adanya kenaikan moderat pesanan kapal baru secara global dan tingkat scrappage yang rendah, sehingga pertumbuhan kapasitas tetap terbatas. Hal serupa terjadi di Indonesia, di mana operator kapal menghadapi biaya tinggi untuk memperbarui armada, terutama menjelang penerapan kerangka Net Zero dari IMO yang masih menunggu persetujuan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya