Berita

Mantan Presiden Bolivia, Luis Arce. (Foto: AFP)

Global

Mantan Presiden Bolivia Luis Arce Ditangkap terkait Tuduhan Korupsi

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 13:55 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Mantan Presiden Bolivia, Luis Arce, ditangkap polisi di La Paz pada Rabu, 10 Desember 2025 atas dugaan penggelapan dana negara. 

Arce dituduh terlibat skema korupsi ketika masih menjabat Menteri Perekonomian era Presiden Evo Morales pada 2006-2019.

Penangkapan dilakukan setelah pemerintah mengklaim menemukan dokumen transaksi yang menghubungkan Arce dengan penyaluran dana ilegal, termasuk aliran uang ke sejumlah politikus.


Sumber kejaksaan mengatakan, penyelidikan memasuki tahap penting dengan bukti kuat keterlibatan Arce. Menurut penyidik, ada alur uang yang jelas dan tidak dapat dibantah.

Kasus ini juga menyeret Lidia Patty, mantan anggota parlemen sayap kiri, yang ditangkap pekan lalu. Lidia diduga menerima sekitar Rp1,6 miliar untuk proyek budidaya tomat yang tidak pernah dijalankan.

Arce sebelumnya memimpin Bolivia saat negara itu menghadapi krisis bahan bakar dan cadangan devisa melemah, sebelum ia memutuskan tidak maju dalam pemilu Agustus 2025 lalu.

Wakil Presiden Edmand Lara mengatakan, pemerintahannya akan tegas menindak praktik korupsi tanpa melihat jabatan maupun pengaruh politik.

"Setiap orang yang telah mencuri dari negara ini akan mengembalikan setiap sen terakhir," kata Edmand dikutip dari The Guardian, Kamis 11 Desember 2025.

Pemeriksaan terhadap Arce dijadwalkan berlangsung intensif beberapa hari ke depan. Tim penyidik menargetkan memastikan peran Arce dalam dugaan kasus tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya