Berita

Pengamat geopolitik Anton Permana. (Foto: YouTube Refly Harun)

Politik

Kiprah Sjafrie Sjamsoeddin Berbeda dengan Luhut di Era Jokowi

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sepak terjang Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto saat ini banyak dianggap publik sebagai New Luhut. 

Anggapan itu muncul ketika Sjafrie mengurusi banyak hal layaknya Menko Marves Luhut B. Panjaitan di masa pemerintahan Joko Widodo.

Terkait itu, pengamat geopolitik Anton Permana menilai bahwa sosok Sjafrie dan Luhut tetap berbeda.


“Istilah New Luhut, kalau dulu ada Pak Luhut sekarang ada Pak Sjafrie. Menurut saya pribadi, Pak Sjafrie ini berbeda dengan Pak Luhut. Karena kalau Pak Luhut dulu kan khusus mencari cuan, ya industri, perkebunan, semuanya itu Pak Luhut ditunjuk oleh Pak Jokowi sebagai ketua satgas, ketua apalah namanya. Tapi kalau Pak Sjafrie ini dia terus-terus sebagai tukang cuci piring gitu.” kata Anton dikutip dalam kanal YouTube Refly Harun, Rabu malam, 10 Desember 2025.

Ia mencontohkan kiprah Sjafrie mulai tampak ketika peristiwa 25 Agustus (demo mahasiswa), selanjutnya tampil di masalah timah di Bangka-Belitung, banjir di Aceh hingga masalah Bandara Morowali.

“Banyak yang beranggapan, ini kok Pak Sjafrie semuanya mau diambil nih kan gitu. Mungkin ada traumatik Luhut atau mungkin juga tendensius yang lain,” jelasnya.

Aktivis senior ini lantas menegaskan bahwa dalam hal ini Sjafrie telah menjalankan fungsinya sebagai menteri pertahanan.

“Yang penting kita lihat, tentu kita kembalikan pada posisi beliau sebagai menteri pertahanan. Tugas menteri pertahanan itu mencakup tiga hal, (pertama) melindungi kedaulatan, mencegah keutuhan wilayah dan yang terakhir menjaga keselamatan masyarakat,” bebernya.

Sehingga, lanjut dia, apa yang dijalankan oleh Sjafrie tertuang dalam tupoksi menteri pertahanan. 
 
“Nah, kalau ada yang beranggapan beliau sudah banyak seperti Luhut, bisa kita lihat satu-satu. Sebagai contoh masalah Bangka-Belitung, masalah IMIP yang paling viral, beliau tetap berbicara hal normatif kedaulatan, memang kewajibannya,” pungkas Anton.    


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya