Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Logam Kuning Bersinar Jelang Pengumuman The Fed

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada Selasa 9 Desember 2025 waktu setempat berkat optimisme pasar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. 

Emas spot naik 0,5 persen ke 4.208,83 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,4 persen ke 4.236,20 Dolar AS per ons.

Perak menjadi sorotan setelah melesat 4,2 persen dan menembus rekor baru di 60,59 Dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini didorong ekspektasi lonjakan permintaan industri, mulai dari energi surya, kendaraan listrik, pusat data, hingga teknologi AI, serta pasokan global yang terus menyusut. 


Silver Institute memperkirakan permintaan perak akan terus meningkat hingga 2030.

Analis menilai momentum beli perak sangat kuat, apalagi logam tersebut kini masuk daftar mineral kritis AS. Jika defisit pasokan tidak teratasi, harga diperkirakan terus naik. Beberapa analis bahkan memperkirakan perak bisa menembus 70 Dolar AS per ons pada paruh pertama 2026, sementara emas berpotensi menuju 5.000 Dolar AS per ons.

Dari sisi kebijakan, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin mencapai sekitar 87,4 persen. Penguatan emas saat ini juga dipicu reli besar perak dan ekspektasi penurunan suku bunga.

Di luar emas dan perak, harga platinum naik 3 persen menjadi 1.691,30 Dolar AS per ons. Paladium menguat 2,7 persen ke 1.505,42 Dolar AS per ons.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya