Berita

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati (kanan) di SPPG Bogor Tamansari Sukamantri, Selasa, 9 Desember 2025. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Program MBG Beri Dampak Positif ke UMKM dan Petani Lokal di Bogor

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 01:26 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmen memperkuat rantai pasok pangan lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Tamansari Sukamantri yang konsisten mengutamakan pembelian bahan dari UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. 

Langkah ini tidak hanya memastikan kualitas bahan pangan lebih segar dan terjamin, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar secara langsung.

Kebijakan pemanfaatan rantai pasok lokal menjadi salah satu pilar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan volume produksi harian yang tinggi, setiap SPPG memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui transaksi rutin dengan pelaku usaha lokal.


Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, praktik di SPPG Sukamantri merupakan bukti nyata bahwa program gizi nasional mampu menciptakan manfaat berlapis, tidak hanya gizi anak, tetapi juga kesejahteraan warga.

“SPPG Sukamantri menunjukkan bagaimana program gizi dapat memberi dampak ekonomi langsung kepada petani dan UMKM. Pembelian bahan pangan dari pelaku usaha lokal membuat perputaran ekonomi di desa meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” ujar Hida di Bogor, Selasa, 9 Desember 2025.

SPPG Sukamantri rutin menyerap pasokan bahan pangan seperti sayuran, telur, ayam, ikan, dan produk olahan rumah tangga dari pelaku usaha di desa dan kecamatan sekitar. Mekanisme ini memperpendek rantai distribusi sehingga risiko kerusakan bahan menurun, kualitas terjaga, dan biaya logistik lebih efisien.

Hida menegaskan bahwa strategi tersebut menjadi salah satu fondasi BGN dalam menciptakan ekosistem pangan yang tangguh dan memberdayakan masyarakat.

“Model ini sedang kami dorong ke seluruh SPPG di Indonesia. Dengan mengutamakan bahan pangan lokal, kita tidak hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya