Berita

Ilustrasi: Kapal Perang Angkatan Laut Kerajaan Thailand. (Foto: Wikipedia)

Dunia

Angkatan Laut Thailand Gelar Operasi Militer ke Perbatasan Kamboja

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 23:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja kembali memanas setelah Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) melakukan operasi militer di Provinsi Trat.

Operasi militer tersebut dilakukan untuk mengusir pasukan Kamboja yang diklaim masuk dan mendirikan pangkalan di wilayah kedaulatan Bangkok.

Berdasarkan citra udara terbaru di kawasan Ban Nong Ri, Chamrak, Distrik Mueang, juru bicara RTN Laksamana Muda Parat Rattanachaipan memperlihatkan adanya aktivitas pembangunan pangkalan oleh pasukan Kamboja di titik yang berada di dalam batas wilayah Thailand.


Lokasi tersebut sebelumnya menjadi area tiga bangunan permanen milik militer Kamboja yang telah dibongkar, namun kini kembali dimanfaatkan sebagai basis pertahanan baru. Parat menyebut tindakan itu sebagai aksi yang mengganggu kedaulatan Thailand.

“Meskipun Thailand terus menahan diri dan membuka ruang dialog, pasukan Kamboja tidak pernah mundur dari wilayah Thailand,” ujar Parat, dikutip The Nation Thailand pada Selasa, 9 Desember 2025.

Ia menambahkan, Kamboja bahkan mengirim tim operasi khusus, penembak jitu, peluncur roket ganda, serta memperkuat posisi taktis mereka. Parat juga menuding pasukan Kamboja telah menggali parit pertahanan, memasang senjata berat, dan menggunakan UAV untuk memantau infrastruktur militer Thailand.

“Tindakan ini merupakan intimidasi dan ancaman langsung terhadap kedaulatan Thailand. Karena itu, Angkatan Laut bersama badan keamanan lain tidak punya pilihan selain melancarkan operasi militer untuk mengusir pasukan Kamboja,” tegasnya.

Sementara itu, di wilayah Sa Kaeo, pertempuran belum mereda. Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree menyampaikan bahwa kontak senjata kembali terjadi pada Selasa pagi.

Konflik kembali pecah setelah seorang tentara Thailand tewas dan empat lainnya luka-luka dalam baku tembak di perbatasan pada Senin dini hari. Bangkok menuding Kamboja sebagai pihak yang lebih dulu menyerang, namun Phnom Penh membantah dan menyalahkan Thailand.

Sejak Senin, Thailand telah mengerahkan jet tempur F-16 untuk menghantam infrastruktur militer Kamboja di perbatasan. Di sisi lain, Kamboja dilaporkan menembakkan roket BM-21 ke wilayah permukiman Thailand di Provinsi Buri Ram.

Militer Thailand melaporkan sejauh ini 18 tentaranya terluka, sedangkan Kamboja menyebut sembilan warga sipil mereka menjadi korban.


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya